Monday, 12 January 2015

Jenis, Macam, Contoh Wacana Bahasa Indonesia Lengkap

Jenis, Macam, Contoh Wacana Bahasa Indonesia Lengkap - Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, Media Pendidikan akan berbagi ilmu pengetahuan yang berkenaan tentang Wacana. Adapun fokus pembahasan kita kali ini berjudul Jenis, Macam, Contoh Wacana Bahasa Indonesia Lengkap Untuk mengefesiankan waktu, kita simak saja langsung uraian berikut ini.

Pengertian Wacana Bahasa Indonesia

Wacana Bahasa Indonesia adalah  - Kata "wacana" paralel dengan kata bahasa Inggris "discourse". dari bahasa Latin "discursus" yang berarti 'kian kemari'. Selanjutnya diartikan (1) komunikasi pikiran dengan kata-kata, ekspresim secara ide dam gagasan-gagasan; percakapan, (2) komunikasi secara umum, terutama sebagai suatu objek studi, (3) risalat tulisan, disertasi formal, kuliah, ceramah, dan khotbah (Webster:1983:522). 

Wacana merupakan rekaman kebahasaan yang utuh tentang peristiwa komunikasi, baik lisan maupun tulisan.

Wacana bertalian denan tataran yang beruntun yang di ucapkan oleh seorang penutur kepada lawan tutur untuk menyampaikan pesan. Wacana dihasilkan oleh proses komunikasi yang berkesinambungan. Denan demikian, wacana itu ada karena tindakan tutur atau tindakan perbuatan berbahasa (speech act).

Jenis atau Macam-macam Wacana dalam Bahasa Indonesia

Jenis, Macam atau Bentuk-bentuk wacana bahasa Indoneisa, berdasarkan bentuk atau jenisnya, wacana dibedakan menjadi empat, baca juga Wujud Wacana. Adapun dari ke-empat bentuk wacana itu, diantaranya adalah Wacana narasi, deskripsi, eksposisi, argumentatif, dan persuasi. Berikut Penjelasan Lengkap dari masing-masing bentuk wacana tersebut:
  • Wacana Narasi
    Narasi adalah cerita yang didasarkan pada urut-urutan suatu kejadian atau peristiwa. Narasi dapat berbentuk narasi ekspositoris dan narasi imajinatif. Unsur-unsur penting dalam  sebuah narasi adalah kejadian, tokoh, konfik, alur/plot, serta latar yang terdiri atas latar waktu, tempat, dan suasana.
  • Wacana Deskripsi
    Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan/suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan, dan pengalaman penulisnya. Untuk mencapai kesan yang sempurna bagi pembaca, penulis merinci objek dengan kesan, fakta, dan citraan. Dilihat dari sifat objeknya, deskripsi dibedakan atas 2 macam, yaitu deskripsi Imajinatif/Impresionis dan deskripsi faktual/ekspositoris.
  • Wacana Eksposisi
    Karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan atau menjelaskan secara terperinci (memaparkan) sesuatu dengan tujuan memberikan informasi dan memperluas pengetahuan kepada pembacanya. Karangan eksposisi biasanya digunakan pada karya-karya ilmiah seperti artikel ilmiah, makalah-makalah untuk seminar, simposium, atau penataran.Tahapan menulis karangan eksposisi, yaitu menentukan objek pengamatan, menentukan tujuan dan pola penyajian eksposisi, mengumpulkan data atau bahan, menyusun kerangka karangan, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan.Pengembangan kerangka karangan berbentuk eksposisi dapat berpola penyajian urutan topik yang ada dan urutan klimaks dan antiklimaks.
  • Wacana Argumentasi
    Karangan  argumentasi ialah karangan yang berisi pendapat, sikap,  atau penilaian terhadap suatu hal yang disertai dengan alasan, bukti-bukti, dan pernyataan-pernyataan yang logis. Tujuan karangan argumentasi adalah berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran pendapat pengarang.Tahapan menulis karangan argumentasi, yaitu menentukan tema atau topik permasalahan, merumuskan tujuan penulisan, mengumpulkan data atau bahan berupa: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung, menyusun kerangka karangan, dan mengembangkan kerangka menjadi karangan.Pengembangan kerangka karangan argumentasi dapat berpola sebab-akibat, akibat-sebab, atau pola pemecahan masalah.


Contoh Wacana Bahasa Indonesia

Adapun contoh dalam wacana bahasa indonesia, bisa kita ketahui bersama bahwasanya wacana merupakan wujud pemakaian bahasa yang dimana melampaui kalimat.

Demikianlah  pemaparan artikel yang berkaitan tentang Wacana dalam bahasa Indonesia, yangdimana tadi telah dijelaskan secara jelas mengenai Jenis-jenis atau macam-macam Bentuk wacana Bahasa Indonesia itu sendiri. Cukup sekian dan terima kasih, telah menyempatkan untuk menyimak ulasan yang berjudul Jenis, Macam, Contoh Wacana Bahasa Indonesia Lengkap, dan semoga saja pemaparan diatas bermanfaat untuk Anda.

__________________________________________________________________________

Situs Referensi:

  1. http://imtaq.com/jenis-jenis-wacana-dalam-bahasa-indonesia/

Pengertian dan Ciri-Ciri ayat Makiyah dan Madaniah

Pengertian dan Ciri-Ciri ayat Makiyah dan Madaniah - Judul artikel diatas mungkin terlalu berlebihan, namun moga saja isi dari artikel ini bisa berlebihan juga manfaatnya untuk teman-teman sekalian. Oke baiklah mengenai ilmu alqur'an terbagi menjadi 2 ayat yaitu ayat makiyah dan madaniayah, namun tahu kah Anda apa pengertian ayat makiyah dan madaniah? untuk itu silahkan baca ulasan berikut.

Pengertian Makiyah dan Madaniah.

Makiyah adalah ayat-ayat yang diturunkan kepada Rasulullah sebelum hijrah ke madinah, kendatipun tidak turun di Mekkah.

Madaniah adalah ayat-ayat yang turun sesudah hijrah ke Madinah, kendatipun tidak turun di Madinah.

Mungkin hanya itu pengertian yang saya ketahui, kalaupun ada kesalahan mohon segera di kritik atau kalau bisa Anda carilah terlebih dahulu pembanding dari pengertian diatas biar tidak terjadi kesalahan.

Pengertian dan Ciri-Ciri ayat Makiyah dan Madaniah
Ilustrasi ayat Makiyah dan Madaniah

Selanjutnya, ciri-ciri ayat Makiyah antara lain sebagai berikut :

ciri-ciri ayat Makiyah

- Dimulai dari ungkapan " ya ayyuhannas" ayat-ayat teologi.
- Pada umumnya tema berceritakan tentang Nabi dan umat-umat terdahulu.
- Bercerita tentang Nabi Adam dan iblis
- Pada umumnya ayat-ayatnya ada huruf alif (pemisah).
- Pada umumnya ayatnya pendek-pendek
- Membahas tentang thelogi (aqidah)

Sedangkan, ciri-ciri ayat Madaniah yaitu :

ciri-ciri ayat Madaniah

- Dimulai " ya ayyuhalladzina amanu"
- Berbicara tentang orang-orang munafik, masalah yang terkait dengan hukum dan muamalah, perdebatan ahli kitab

Informasi tambahan :

Pokok-pokok bahasan ayat-ayat Makki-Madani adalah

1. Ayat yang diturunkan di Mekkah.
2. Ayat yang diturunkan di Madinah.
3. Ayat yang diperselisihkan turun di Mekkah atau Madinah.
4. Ayat-ayat Makkiyah dalam surah madaniyah.
5. Ayat-ayat Madaniyah dalam surah Makkiyah.
6. Ayat yang diturunkan di Mekkah tapi hukumya Madaniah.
7. Ayat yang diturunkan di Madinah tapi hukumnya Makkiyah.
8. Ayat yang serupa dengan yang diturunkan di Mekkah dalam kelompok Madaniyah.
9. Ayat yang serupa dengan yang diturunkan di Madinah dalam kelompok Makkiyah.
10. Yang dibawa dari Mekkah ke Madinah.
11. Yang dibawa dari Madinah ke Mekkah.
12. Yang turun diwaktu malam dan siang
13. Yang turun dimusim panas dan musim dingin.
14. Yang turun ketika menetap (mukim) dan dalam perjalanan (safar).

Perbedaan Makkiyah dan Madaniyah

  1. Berdarakan waktu, inilah yang paling populer dikalangan mufasirin bahwa telah menjadi kesepakatan dikalangan mereka, bahwa surat atau ayat yang diturunkan sebelum hijrah adalah Makkiyah, sedangkan yang diturunkan sesudah hijrah adalah Madaniyah. Dalam hal ini tempat bukan menjadi ukuran. Misalnya QS Al-Maidah [5] : 3 adalah Madaniyah meskipun diturunkan di Arafah – Mekkah.
  2. Berdasarkan tempat, jika diturunkan di Mekkah (meliputi Mina, Arafah, Hudaybiyah) berarti Makkiyah. Jika diturunkan di Madinah (meliputi Badar dan Uhud) berarti Madaniyah.
  3. Berdasarkan Khitab, yaitu seruan yang disampaikan. Jika ditujukan kepada penduduk Mekkah maka Makkiyah. Jika ditujukan kepada penduduk Madinah maka berarti Madaniyah. Klasifikasi ini bermasalah jika seruan tidak ditujukan kepada keduanya.

Ayat Makkiyah dan ciri-cirinya

1. Setiap surat yang mengandung sajadah.
2. Setiap surat yang mengandung lafazf “kalla”.
3. Setiap surat yang mengandung “ya ayyuhan nas”.
4. Setiap surat yang mengandung kisah para Nabi kecuali surat Al-Baqarah.
5. Setiap surat yang mengandung kisah Adam dan Iblis kecuali surat Al-Baqarah.
6. Setiap surat yang diawali dengan huruf muqatta’ah kecuali surat Al-Baqarah dan Ali-Imran sedangkan surat Ra’d masih diperselisihkan.
7. Isinya mengajak kepada tauhid, celaan terhadap akidah musyrik dan budaya jahiliyah, khabar surga dan peringatan neraka, kisah para Nabi dan umat terdahulu yang dibinasakan, kata-katanya pendek, singkat tapi membekas dan berkesan.
 

Ayat Madaniyah dan ciri-cirinya :

  1. Setiap surat yang berisi kewajiban atau sanksi.
  2. Setiap surat yang didalamnya disebutkan orang-orang munafik, kecuali surat Al-Ankabut
  3. Setiap surat yang didalamnya terdapat dialog dengan ahli kitab.
  4. Surah yang mengandung seruan “Ya ayuhalladzina amanu …”
  5. Isinya menjelaskan ibadah, muamalah, hukum dan perundang-undangan, seruan terhadap ahli kitab untuk masuk Islam, menyingkap perilaku orang munafik, ayatnya panjang-panjang dan memantapkan syariat.

Faedah/Manfaat mengetahui Makkiyah – Madaniyah

  • Mengetahui tempat dan waktu diturunkannya ayat Al-Qur’an, untuk membantu memahami penafsiran yang benar serta analisa nasikh-mansukhnya.
  • Meresapi gaya bahasa Al-Qur’an dan memanfaatkannya dalam metode dan tahapan dakwah.
  • Memahami sirah nabawiyah dan periode periode dakwahnya.
Itulah sedikit informasi pengetahuan mengenai Pengertian dan Ciri-Ciri ayat Makiyah dan Madaniah mudah-mudahan bermanfaat untuk saudara. Apabila ada kesalahan mohon dimaafkan, sebagai manusia biasa tidak lepas dari kehilafan dan kesalahan. Terima Kasih 

Keyword populer : ayat makkiyah dan madaniyah, makiyah, pengertian ayat makiyah, Searches related to Ayat Makkiyah dan Madaniyah  perbezaan ayat makki dan madani  makkiyah dan madaniyah pdf  pengertian makkiyah dan madaniyah  makalah makkiyah dan madaniyah  ayat makiah dan madaniah
________________________________________________________________________

Sumber Referensi :

  1. Studi ilmu-ilmu Al-Qur’an, author : Manna Khlail al-Qattan. Publisher : Lintera Antar Nusa.
  2. Al-Qur’an dan ulumul Qur’an, author : Drs. Muhammad Chirzin, M.Ag. Publisher : Dana Bhakti Prima Yasa. 
  3. Al-Qur’an sumber hukum Islam yang pertama, author : Drs. Miftah Faridl & Drs. Agus Syihabudin. Publisher : Pustaka. 
  4. Ulumul Qur’an Praktis, author : Drs. Hafidz Abdurrahman, MA. Publisher : Idea Pustaka.
  5. http://www.makalahkuliah.com/2012/06/makkiyah-dan-madaniyah.html

Harga dan Spesifikasi Lengkap Axioo PicoPad 5 GEA

Axioo PicoPad 5 GEA

Media Pendidikan - Harga dan Spesifikasi Lengap Axioo PicoPad 5 GEA . Hai jumpa lagi netizen alhamdulillah pada kesempatan ini saya akan memberikan ulasan sedikit tentang tema diatas Axio, mari kita sama-sama mengulasnnya sebagai media penambah informasi. Ini sangat bermanfaat untuk anda tentunya sebagai konsumen, konsumen di tuntut cerdas dalam memilih produk terbaik, guna menghindari kerugian buat konsumen itu sendiri.

Axioo PicoPad 5 GEA si Android Serba Murah dual Sim plus tv tuner. Hadir dengan trobosan terbaru melengkapi produk lainnya Axioo PicoPad 7 3G. Kini Axioo kembali mengeluarkan tablet anyarnya dengan layar lapang 5 inchi, produk ini diberi nama Axioo PicoPad 5 GEA.harga miring bro...!!!

Konsep yang dikemas ke dalam gedget ini adalah "phablet", yaitu perpaduan antara smartphone dengan tablet. Axioo PicoPad 5 GEA diharapkan dapat mengoyang ceruk pasar tablet 5 inchi lokal seperti S-Nexian Five A5000, IMO Memo W6800, Zyrex OneScribe ZA987, Advan Vandroid S5.

Axioo PicoPad 5 GEA ditenagai oleh prosesor 1 Ghz MTK6575, RAM 512, memori internal 4 GB ROM, ada slot microSD berkapasitas hingga 32 GB. Untuk urusan foto kamera sudah 5 MP Auto focus sayang tidak ada lampu flash.

Fitur Axioo PICOpad.5 GEA  :
  • OS Android OS, 4.03 (ICS)
  • CPU MTK6575(1GHZ)
  • Messaging SMS(threaded view), MMS, Email, Push Mail, IM,
  • RSS Browser HTML Support Adobe Flash Radio : Yes,
  • Games : Yes
  • Colors Black, White GPS Yes,
  • with A-GPS support HDMI no Software Phone Dialer Android
Packet Contens Axioo PICOpad.5 GEA :
  • User Manual
  • Waranty Card
  • Cable USB (Carger)
  • Headset

Axioo PicoPad 5 GEA, Android Harga Murah GSM Dual SIM TV Radio

Spesifikasi Axioo PicoPad GEA 5 Inchi, Android Harga Murah

Telephony Function
Telephone, Video Call
ProcessorMTK6575 1.0Ghz
Memory Card
up to 32GB micro SD, not included
Internal Memory4GB
Display
5 inchi Capacitive touch screen, 800×480 resolution
Mobile Network
Dual GSM, Dual Standby
GPSA-GPS
Wifi
802.11bgn
Bluetooth
v2.0
USBmicro USB
TV-Out-
Camera
Rear: 5Mpx, Front: 0.3Mpx
OS
Android 4.0.3 Ice Cream Sandwich
Video Format3GPP, H.264+AAC, H263, DivX, MPEG4
Audio Format
MP3, OGG, AAC
Battery
1800mAh. Standby approx 360 minutes
Weight
205gr
Warranty
1 year parts & labour

Harga Axioo PicoPad 5 GEA, Android Harga Murah

Axioo picoPad 5 GEA tersedia dalam dua pilihan warna hitam dan putih. Karena warna putih masih menjadi warna favorit maka menurut info dipasaran Axioo Pico Pad 5 putih (white) dijual sekitar Rp. 1.899.000 sedangkan harga Axioo Pico Pad 5 hitam (black) dijual sekitar Rp. 1.799.000.

Masalah harga cukup murah kan sob.. hehehe emang kalo produk baru tuh harganya miring semua tapi kalo masalah kualitas semoga saja tidak miring juga. hihihi..

Demikianlah artikel yang berjudul Spesifikasi Lengap Axioo PicoPad 5 GEA dan harganya. Telitilah menjadi konsumen jangan sampai anda menyesal membeli sesuatu karena masalah kualitas, apaboleh buat kalau nasi sudah menjadi bubur nggk bisa dikembalikan lagi donk yang ada itu dijual terus beli lagi yang lain. Thanks :) semoga beruntung

Ciri-ciri dan Macam-macam (Bentuk) Wacana

 Ciri-ciri dan Macam-macam (Bentuk) Wacana

Pengertian Wacana Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Pengertian wacana yang dikemukakan oleh Oka (1994 : 30) Memberi definisi yang pendek dan sederhana bahwa wacana merupakan satuan bahasa yang paling besar. Selain itu menurut wahab (1991 : 128) memberi definisi wacana sebagai organisasi bahasa yang lebih luas dari kalimat atau klausa.

Wacana Menurut Kridalaksana
Demikian pula Kridalaksana, mendefinisikan wacana adalah satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana merupakan satuan bahasa yang membawa amanat yang lengkap. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh, seperti novel, buku, seri ensiklopedia, dan sebagainya.

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa wacana merupakan kelas kata benda (nomina) yang mempunyai arti sebagai berikut : 

a. Ucapan; perkataan; tuturan;
b. Keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan;
c. Satuan bahasa terlengkap, realisasinya tampak pada bentuk karangan yang utuh, seperti novel, buku, atau artikel.

Pada pengertian ketiga tidak jauh berbeda apabila dibandingkan dengan apa yang tertuang di dalam Kamus Linguistik susunan Harimurti Kridalaksana. Tampak pada batasan tersebut bahwa keutuhan atau kelengkapan makna di dalam sebuah wacana merupakan syarat penting yang harus dimilikinya. Di samping itu secara tegas dinyatakan bahwa wacana merupakan satuan bahasa terlengkap, wujud konkretnya berupa novel, buku, artikel, dan sebagainya.

Ciri-ciri wacana

Adapun ciri-ciri daripada Wacana Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diperoleh ciri atau karakterisitik sebuah wacana. Ciri-ciri wacana adalah sebagai berikut.

1. Satuan gramatikal
2. Satuan terbesar, tertinggi, atau terlengkap
3. Untaian kalimat-kalimat
4. Memiliki hubungan proposisi
5. Memiliki hubungan kontinuitas, berkesinambungan
6. Memiliki hubungan koherensi
7. Memiliki hubungan kohesi
8. Rekaman kebahasaan utuh dari peristiwa komunikasi
9. Bisa transaksional juga interaksional
10. Medium bisa lisan maupun tulis
11. Sesuai dengan konteks

Macam-macam wacana

1. Berdasarkan jenis wacana dapat ditinjau dari media yang digunakan atau tertulis tidaknya : 
  • Wacana Lisan
    wacana yang disampaikan dengan media lisan, secara lisan.
  • Wacana tulis
    wacana yang disampaikan secara tertulis, melalui media tulis. 


2. Berdasarkan sifatnya  
  • Wacana transaksional (jika yang dipentingkan isi komunikatif)
    Contoh : Pidato, Ceramah, Makalah, Cerita, Tesis.
  • Wacana interaksional (jika merupakan komunikasi timbal balik )
    Contoh : Percakapan, Debat, Diskusi, Surat-menyurat. 


3. Berdasarkan langsung atau tidak langsungnya (Kridalaksana 1984 : 208)  
  • Wacana langsung : Kutipan wacana yang sebenarnya dibatasi oleh intonasi atau pungtuasi.
  • Wacana tidak langsung : Pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip harfiah kata-kata yang dipakai oleh pembicara dengan mempergunakan konstruksi gramatikal atau kata tertentu, antara lain dengan klausa subordinatif, bahwa.


4. Wacana prosa, puisi, dan drama  
  • Wacana Prosa : Wacana yang disampaikan dalam bentuk prosa. Wacana prosa ini dapat tertulis atau lisan, langsung atau tidak langsung.
  • Wacana puisi : Wacana yang disampaikan dalam bentuk puisi baik secra lisan maupun tulis.
  • Wacana Drama : Wacana yang disampaikan dalam bentuk drama, dalam bentuk dialog tertulis maupun lisan.  

5. Dari segi Penutur (Jumlah Penutur)
  • Wacana monolog
    Wacana yang melibatkan seorang penutur. Dalam wacana monolog hanya terdapat peran tunggal pada diri pelaksana wacana, yaitu peran penyapa (speaker) dan pesapa (addresse), tanpa ada pergantian dari peran satu ke yang lain.

    Contoh : Pidato kenegaraan presiden, Pengumuman resmi pemerintah, dan Ceramah-ceramah tidak diikuti diskusi.
  • Wacana dialog
    Wacana dialog melibatkan dua orang penutur, yang secara pergantian atau bergiliran bisa berperan ganda, yaitu sebagai penyapa dan sebagai pesapa.
  • Wacana polilog
    Wacana yang melibatkan pelaku wacana lebih dari dua orang. Dalam wacana polilog ini juga terjadi pertukaran informasi karena setiap pelaku pada wacana ini memiliki peran ganda secara bergantian.

6. Berdasarkan cara pemaparannya 
  • Wacana naratif
    Rangkaian tuturan yang menceritakan atau menyajikan melalui penonjolan tokoh pelaku dengan maksud memperluaspengetahuan pesapa. Kekuatan wacan ini terletak pada urutan cerita berdasarkan waktu dan cara-cara berceritayang diatur melalui plot.
  • Wacana prosedural
    Rangkaian tuturan yang melukiskan sesuatu secara beruntun yang tidak boleh dibolak-balik unsurnya, karena urgensi unsur yang lebih dahulu menjadi landasan unsur berikutnya.
  • Wacana hotatori
    Tuturan yang isinya bersifat ajakan atau nasihat. Kadang-kadang tuturan itu bersifat memperkuat keputusan agar lebih meyakinkan. Sedangkan tokoh penting didalamnya adalah orang kedua (pesapa).
  • Wacana ekspositori
    Rangkaian tuturan yang bersifat memaparkan suatu pokok pikiran dengan cara menyampaikan uraian bagian-bagian taua detailnya. Tujuan pokoknya adalah tercapainya tingkat pemahaman akan sesuatu itu supaya lebih jelas, mendalam, dan luas. Kadang-kadang wacana ini berbentuk ilustrasi, contoh, perbandingan, uraian secara kronologis.
  • Wacana deskripsi
    Rangkaian tuturan yang memaparkan sesuatu atau melukiskan sesuatu, baik berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan penuturnya. Tujuan yang ingin dicapai oleh wacana deskripsi adalah tercapainya penghayatan yang agak imajinatif terhadap sesuatu, sehingga pesapa merasakan seolah-olah ia sendiri mengalami atau mengetahuinya secara langsung. 

Demikianlah artikel yang berjudul  Ciri-ciri dan Macam-macam (Bentuk) Wacana, dan semoga saja bermanfaat untuk kita semua. Akhir kata, mohon maaf apabila terdapat kesalahan baik penulisan maupun informasi yang telah diuraikan pada  Ciri-ciri dan Macam-macam (Bentuk) Wacana. Jangan lupa Anda baca artikel lainnya : Pengertian Wacana Bahasa Indonesia

_________________________________________________________________________
Sumber Referensi :
  1. http://kmbsi.blogspot.com/2013/05/makalah-pengertian-wacana.html

Pengertian, Ciri Masyarakat Madani Secara Umum dan Menurut Ahli

PengertianCiri-CiriMasyarakatMadaniSecarUmumdanMenurut Ahli

Pengertian/Definisi Masyarakat Madani

Pada Dasarnya/Arti. Masyarakat madani merupakan wujud masyarakat yang memiliki keteraturan hidup dalam suasana perikehidupan yang mendiri, berkeadilan sosial dan sejahtera tanpa ada tekanan-tekanan kepentingan lain, boleh dikata masyarakat beradab.

Dalam bahasa Inggris, masyarakat madani dikenal dengan istilah civil society. Artinya adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban. Dalam perkembangannya, istilah masyarakat madani dipahami para ahli berdasarkan lingkungan masing-masing. Definisi tersebut merupakan hasil analisis dan kajian dari fenomena masyarakat.

Masyarakat madani mencerminkan tingkat kemampuan yang tinggi untuk bersikap kritis dalam menghadapi persoalan sosial. Jadi masyarakat madani (Civil Society) terbentuk dari kelompok-kelompok kecil di luar kelompok lembaga Negara dan Lembaga lain yang berorientasi kekuasaan.

Tentang sejarah masyarakat madani bisa terjadi karena manusia memiliki doble fungsi yaitu sebagai makhlik monodualistik ya individu ya sosial.

Yang pada kodratnya, manusia hidup secara sosial dan berkelompok itu sesungguhnya ke depan merupakan embrio dari masyarakat madani (Civil Society).
  • Masyarakat madani, Istilah masyarakat madani sebenarnya merupakan istilah baru dari hasil pemikiran Prof. Naquib al-Attas. Ia adalah seorang fi losof kontemporer dari Malaysia. Di Indonesia, istilah masyarakat madani atau civil society baru populer pada dasawarsa 1990-an. Pada awalnya, istilah masyarakat madani di Indonesia bermula dari gagasan Dato Anwar Ibrahim. Menteri Keuangan dan Asisten Perdana Menteri Malaysia itu berkunjung ke Indonesia membawa istilah masyarakat madani sebagai terjemahan civil society. Istilah masyarakat madani disampaikan dalam ceramahnya pada simposium nasional dalam rangka Forum Ilmiah di acara Festival Istiqlal, 26 September 1995.

Pengertian/Definisi Masyarakat Madani menurut para ahli

Berikut ini beberapa pengertian masyarakat madani yang dikemukakan oleh beberapa ahli, diantaranya para ahli tersebut adalah sebagai berikut :
  • Zbighiew Rau, Masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang berkembang dari sejarah, yang mengandalkan ruang di mana individu dan perkumpulan tempat mereka bergabung, bersaing satu sama lainnya guna mencapai nilai-nilai yang mereka yakini. Sistem nilai yang harus ada dalam masyarakat madani menurut Zbighiew Rau adalah:

    1) individualisme,
    2) pasar (market),
    3) pluralisme.
  • Han Sung Joo, Masyarakat madani adalah sebuah kerangka hukum yang melindungi dan menjamin hakhak dasar individu, perkumpulan sukarela yang terbebas dari negara, suatu ruang publik yang mampu mengartikulasi isu-isu politik, gerakan warga negara yang mampu mengendalikan diri dan independen, yang secara bersama-sama mengakui norma dan budaya yang menjadi identitas dan solidaritas yang terbentuk serta pada akhirnya akan terdapat kelompok inti dalam civil society ini.
  • Anwar Ibrahim, Masyarakat madani adalah masyarakat ideal yang memiliki peradaban maju dan sistem sosial yang subur yang diasaskan kepada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perorangan dengan kestabilan masyarakat, yaitu masyarakat yang cenderung memiliki usaha serta inisiatif individu baik dari segi pemikiran seni, pelaksanaan pemerintahan untuk mengikuti undang-undang bukan nafsu, demi terlaksananya sistem yang transparan.
  • Nurcholish Madjid, Masyarakat madani adalah suatu tatanan kemasyarakatan yang mengedepankan toleransi, demokrasi, dan berkeadaban serta menghargai akan adanya pluralisme (kemajemukan).
  • A.S. Hikam A.S. Hikam mendefinisikan pengertian masyarakat madani berdasarkan istilah civil society. Menurutnya, civil society didefinisikan sebagai wilayah-wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan sebagai berikut : 

    a. Kesukarelaan (voluntary), artinya tidak ada paksaan, namun mempunyai komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita bersama.

    b. Keswasembadaan (self generating), artinya setiap anggota mempunyai harga diri yang tinggi.

    c. Keswadayaan (self supporting), artinya kemandirian yang kuat tanpa menggantungkan pada negara, atau lembaga atau organisasi lain.

    d. Kemandirian yang tinggi terhadap negara, artinya masyarakat madani tidak tergantung pada perintah orang lain termasuk negara.

    e. Keterkaitan dengan norma-norma hukum, yang artinya terkait pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama. 

Namun sebenarnya, istilah tersebut dikemukakan oleh Cicero dalam filsafat politiknya. Ia menyebut dengan istilah societies civillis. Pada awalnya, istilah tersebut identik dengan negara. Namun dalam perkembangannya, istilah societies civillis dipahami sebagai organisasi-organisasi masyarakat yang terutama bercirikan kesukarelaan dan kemandirian yang tinggi, berhadapan dengan negara, serta keterikatan dengan nilai-nilai atau norma hukum yang dipatuhi masyarakat.

Menurut W.J.S. Poerwadarminto, kata masyarakat berarti suatu pergaulan hidup manusia, sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan dan aturan yang tertentu. Sedangkan kata madani berasal dari bahasa Arab yaitu madinah, yang artinya kota. Dengan demikian masyarakat madani secara etimologis berarti masyarakat kota. Meskipun demikian, istilah kota tidak merujuk semata-mata kepada letak geografi s, tetapi justru kepada karakter atau sifat-sifat tertentu yang cocok untuk penduduk sebuah kota. Dari sini kita paham bahwa masyarakat madani tidak asal masyarakat yang berada di perkotaan, tetapi yang lebih penting adalah memiliki sifat-sifat yang cocok dengan orang kota, yaitu yang berperadaban.

Menurut rumusan PBB, masyarakat madani adalah masyarakat yang demokratis dan menghargai human dignity atau hak-hak tanggung jawab manusia. Adapun dalam frasa bahasa Latin, masyarakat madani merupakan padanan frasa civillis societies. Artinya adalah suatu masyarakat yang didasarkan pada hukum dan hidup beradab.

Kesimpulan

Dari beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat madani adalah sebuah kelompok atau tatanan masyarakat yang berdiri secara mandiri di hadapan penguasa dan negara, memiliki ruang publik dalam mengemukakan pendapat, dan memiliki lembagalembaga yang mandiri dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan publik.

menujumasyarakatmadanimadani 

Ciri-Ciri Masyarakat Madani

Adapun Ciri-ciri masyarakat madani diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Pemerintahan berdasarkan kehendak dan kepentingan rakyat banyak.
  2. Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan. Misalnya, pembagian atau pemisahan kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
  3. Adanya tanggung jawab dari pelaksana kegiatan atau pemerintahan. 
  4. Swadaya dalam kegiatan.
  5. Mandiri dalam pendanaan.
  6. Bersifat pemberdayaan masyarakat.
  7. Tidak bergerak pada bidang politik.
  8. Bergerak pada bidang sosial.
  9.  Menghargai keragaman.
Demikianlah pembahasan mengenai Masyarakat Madani. Semoga saja artikel yang berjudul Pengertian, Ciri-Ciri Masyarakat Madani Secara Umum dan Menurut Ahli yang sebagaimana tadi di jelasakan diatas berupa pengertian masyarakat madani, baik secara umum ataupun menurut beberapa para ahli. Juga tak lupa membahas tentang Ciri-Ciri Masyarakat Madani pada umumnya. Sekian dan terima kasih