Tuesday, 14 October 2014

Jenis Harta atau Kekayaan yang Wajib dikeluarkan Zakatnya



1.      Hewan ternak. Meliputi semua jenis & ukuran ternak (misal: sapi, kerbau, kambing, domba, dan ayam)

Perhitungan zakat untuk masing-masing tipe hewan ternak, baik nisab maupun kadarnya berbeda-beda dan sifatnya bertingkat. Sedangkan haulnya yakni satu tahun untuk tiap hewan.

Contoh :
a.       Kambing : Kambing baru wajib dizakatkan apabila pemilik memiliki sedikitnya 40 ekor kambing. Di bawah jumlah ini tidak wajib dizakatkan.
b.      Sapi dan kerbau baru wajib dizakatkan apabila pemilik memiliki sedikitnya 30
c.       Nisab unta adalah 5 ekor, di bawah jumlah itu peternak tidak wajib mengeluarkan Zakat atas ternak tersebut.

2.       Hasil pertanian. Hasil pertanian yang dimaksud adalah hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dll.
a.       Nisab :
Nisab hasil pertanian adalah 5 wasq atau setara dengan 750 kg. Apabila hasil pertanian termasuk makanan pokok, seperti beras, jagung, gandum, kurma, dll, maka nishabnya adalah 750 kg dari hasil pertanian tersebut
b.      Haul dan Kadar :
Berlalu Satu Tahun (Haul), kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus untuk ternak, harta simpanan dan harta perniagaan. Hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak memiliki syarat haul. Sedangkan Kadar zakat untuk hasil pertanian, apabila diairi dengan air hujan, atau sungai/mata/air, maka 10%, apabila diairi dengan cara disiram / irigasi (ada biaya tambahan) maka zakatnya 5%.

3.      Emas dan Perak. Meliputi harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apapun.
a.       Nisab :
Adapun nisab emas sebesar 20 Dinar emas (85 gram).  Sedangkan nisab perak adalah 200 Dirham (595 gram).
b.      Haul & Kadar :
Dengan haul selama satu tahun dan kadar 2,5%. Artinya bila seorang muslim memiliki emas sebesar setidaknya 20 Dinar emas (85 gram) selama satu tahun ia wajib membayar zakat sebesar 2,5% dari jumlah emasnya tersebut minimal 1/2 Dinar. Sedangkan Perak haul selama satu tahun dan kadar 2,5% atau sekurang kurangnya 5 Dirham

4.      Harta Perniagaan. Harta perniagaan adalah semua yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenisnya, baik berupa barang seperti alat-alat, pakaian, makanan, perhiasan, dll. Perniagaan disini termasuk yang diusahakan secara perorangan maupun kelompok/korporasi.
a.       Nisab : Nisab zakat perdagangan sama dengan nisab emas yaitu 20 Dinar atau senilai 85 gr emas.
b.      Haul & Kadar :
Berjalan 1 tahun ( haul ) dan Kadar  zakat sebesar 2,5 %

5.      Hasil Tambang (Makdin). Meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang terdapat dalam perut bumi/laut dan memiliki nilai ekonomis seperti minyak, logam, batu bara, mutiara dan lain-lain.
a.       Nisab :
Semua hasil tambang yang digali secara terus-menerus harus digabung untuk memenuhi nisab. Jika penggalian itu terputus karena suatu hal yang timbul dengan tiba-tiba, seperti reparasi peralatan atau berhentinya tenaga kerja, maka semua itu tidak memengaruhi keharusan menggabungkan semua hasil galian. Bila galian itu terputus karena beralih profesi, karena pertambangan sudah tidak mengandung barang tambang yang cukup atau sebab lain, maka hal ini memengaruhi penggabungan yang satu dengan yang lain. Dalam hal ini harus diperhatikan nisab ketika dimulai kembali penggalian baru.
b.      Haul & Kadar :
Hasil tambang tidak disyaratkan haul, zakatnya wajib dibayar ketika barang itu telah digali. Sedangkan Kadarnya kalau misal emas, perak dsb adalah 2,5% tapi kalau minyak, batuan, gass dsb adalah 2,5 kg.

6.      Barang Temuan (Rikaz). Yakni harta yang ditemukan dan tidak diketahui pemiliknya (harta karun).
a.       Nisab :
Tidak mensyaratkan nisab.
b.      Haul & Kadar :
Tidak mensyaratkan haul, namun kadarnya adalh 20 % dari jumlah harta temuan (harta karun, hadiah/undian).

7.      Zakat Profesi. Yakni zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi (hasil profesi) bila telah mencapai nisab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, dan wiraswasta.
a.       Nisab :
Mengambil rujukan kepada nisab zakat tanaman dan buah-buahan yaitu sebesar 5 wasaq atau 652,8 kg.
b.      Haul & Kadar :
Berjalan 1 tahun ( haul ) dan Kadar zakat sebesar 2,5 %.

Golongan orang yang Berhak Menerima Zakat

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu'allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan.” (Qs. At Taubah: 60)

Ayat ini dengan jelas menggunakan kata “innama”, ini menunjukkan bahwa zakat hanya diberikan untuk delapan golongan tersebut, tidak untuk yang lainnya.[1]

 1.  Golongan pertama dan kedua: fakir dan miskin.

Fakir dan miskin adalah golongan yang tidak mendapati sesuatu yang mencukupi kebutuhan mereka.

Para ulama berselisih pendapat manakah yang kondisinya lebih susah antara fakir dan miskin. Ulama Syafi’iyah dan Hambali berpendapat bahwa fakir itu lebih susah dari miskin. Alasan mereka karena dalam ayat ini, Allah menyebut fakir lebih dulu baru miskin. Ulama lainnya berpendapat miskin lebih parah dari fakir.[2]

Adapun batasan dikatakan fakir menurut ulama Syafi’iyah dan Malikiyah adalah orang yang tidak punya harta dan usaha yang dapat memenuhi kebutuhannya. Seperti kebutuhannya, misal sepuluh ribu rupiah tiap harinya, namun ia sama sekali tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut atau ia hanya dapat memenuhi kebutuhannya kurang dari separuh. Sedangkan miskin adalah orang yang hanya dapat mencukupi separuh atau lebih dari separuh kebutuhannya, namun tidak bisa memenuhi seluruhnya.[3]

Standar kecukupan

Kecukupan yang dimaksud adalah kecukupan pada makan, minum, tempat tinggal, juga segala yang mesti ia penuhi tanpa bersifat boros atau tanpa keterbatasan. Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah baik kebutuhan dirinya sendiri atau orang-orang yang ia tanggung nafkahnya. Inilah pendapat mayoritas ulama.[4]

Boleh memberi zakat kepada fakir miskin yang mampu mencari nafkah

Jika fakir dan miskin mampu bekerja dan mampu memenuhi kebutuhannya serta orang-orang yang ia tanggung atau memenuhi kebutuhannya secara sempurna, maka ia sama sekali tidak boleh mengambil zakat. Alasannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ حَظَّ فِيهَا لَغَنِىٍّ وَلاَ لِذِى مِرَّةٍ مُكْتَسِبٍ

“Tidak ada satu pun bagian zakat untuk orang yang berkecukupan dan tidak pula bagi orang yang kuat untuk bekerja.[5]

Dalam hadits yang lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِىٍّ وَلاَ لِذِى مِرَّةٍ سَوِىٍّ

“Tidak halal zakat bagi orang yang berkecukupan, tidak pula bagi orang yang kuat lagi fisiknya sempurna (artinya: mampu untuk bekerja, pen)”[6]

Golongan kedua: Amil zakat.

Untuk amil zakat, tidak disyaratkan termasuk miskin. Karena amil zakat mendapat bagian zakat disebabkan pekerjaannya. Dalam sebuah hadits disebutkan,

لاَ تَحِلُّ الصَّدَقَةُ لِغَنِىٍّ إِلاَّ لِخَمْسَةٍ لِغَازٍ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ لِعَامِلٍ عَلَيْهَا أَوْ لِغَارِمٍ أَوْ لِرَجُلٍ اشْتَرَاهَا بِمَالِهِ أَوْ لِرَجُلٍ كَانَ لَهُ جَارٌ مِسْكِينٌ فَتُصُدِّقَ عَلَى الْمِسْكِينِ فَأَهْدَاهَا الْمِسْكِينُ لِلْغَنِىِّ

“Tidak halal zakat bagi orang kaya kecuali bagi lima orang, yaitu orang yang berperang di jalan Allah, atau amil zakat, atau orang yang terlilit hutang, atau seseorang yang membelinya dengan hartanya, atau orang yang memiliki tetangga miskin kemudian orang miskin tersebut diberi zakat, lalu ia memberikannya kepada orang yang kaya.”[7]

Amil zakat adalah diangkat dan diberi otoritas oleh penguasa muslim untuk mengambil zakat dan mendistribusikannya sehingga panitia-panitia zakat yang ada di berbagai masjid serta orang-orang yang mengangkat dirinya sebagai amil bukanlah amil secara syar’i.

Golongan ketiga: Orang yang ingin dilembutkan hatinya.

Orang yang ingin dilembutkan hatinya. Bisa jadi golongan ini adalah muslim dan kafir.

Contoh dari kalangan muslim:
1. Orang yang lemah imannya namun ditaati kaumnya. Ia diberi zakat untuk menguatkan imannya.
2. Pemimpin di kaumnya, lantas masuk Islam. Ia diberi zakat untuk mendorong orang kafir semisalnya agar tertarik pula untuk masuk Islam.

Contoh dari kalangan kafir:
1. Orang kafir yang sedang tertarik pada Islam. Ia diberi zakat supaya condong untuk masuk Islam.

2. Orang kafir yang ditakutkan akan bahayanya. Ia diberikan zakat agar menahan diri dari mengganggu kaum muslimin.[8]

Golongan kelima: pembebasan budak.

Pembebasan budak yang termasuk di sini adalah: (1) pembebasan budak mukatab, yaitu yang berjanji pada tuannya ingin merdeka dengan melunasi pembayaran tertentu, (2) pembebasan budak muslim, (3) pembebasan tawanan muslim yang ada di tangan orang kafir.[9]

Golongan keenam: orang yang terlilit utang.

Yang termasuk dalam golongan ini adalah:
Pertama: Orang yang terlilit utang demi kemaslahatan dirinya.

Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi:
1.      Yang berutang adalah seorang muslim.
2.      Bukan termasuk ahlu bait (keluarga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).
3.      Bukan orang yang bersengaja berutang untuk mendapatkan zakat.
4.      Utang tersebut membuat ia dipenjara.
5.      Utang tersebut mesti dilunasi saat itu juga, bukan utang yang masih tertunda untuk dilunasi beberapa tahun lagi kecuali jika utang tersebut mesti dilunasi di tahun itu, maka ia diberikan zakat.
6.      Bukan orang yang masih memiliki harta simpanan (seperti rumah) untuk melunasi utangnya.

Kedua: Orang yang terlilit utang karena untuk memperbaiki hubungan orang lain. Artinya, ia berutang bukan untuk kepentingan dirinya, namun untuk kepentingan orang lain. Dalil dari hal ini sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لَا تَحِلُّ إِلَّا لِثَلَاثَةٍ رَجُلٍ تَحَمَّلَ بِحَمَالَةٍ بَيْنَ قَوْمٍ فَسَأَلَ فِيهَا حَتَّى يُؤَدِّيَهَا ثُمَّ يُمْسِكَ

“Sesungguhnya permintaan itu tidak halal kecuali bagi tiga orang; yaitu orang laki-laki yang mempunyai tanggungan bagi kaumnya, lalu ia meminta-minta hingga ia dapat menyelesaikan tanggungannya, setelah itu ia berhenti (untuk meminta-minta).”[10]

Ketiga: Orang yang berutang karena sebab dhoman (menanggung sebagai jaminan utang orang lain). Namun di sini disyaratkan orang yang menjamin utang dan yang dijamin utang sama-sama orang yang sulit dalam melunasi utang.[11]

Golongan ketujuh: Untuk di jalan Allah.

Yang termasuk di sini adalah:

Pertama: Berperang di jalan Allah.

Menurut mayoritas ulama, tidak disyaratkan miskin. Orang kaya pun bisa diberi zakat dalam hal ini. Karena orang yang berperang di jalan Allah tidak berjuang untuk kemaslahatan dirinya saja, namun juga untuk kemaslahatan seluruh kaum muslimin. Sehingga tidak perlu disyaratkan fakir atau miskin.

Kedua: Untuk kemaslahatan perang.

Seperti untuk pembangunan benteng pertahanan, penyediaan kendaraan perang, penyediaan persenjataan, pemberian upah pada mata-mata baik muslim atau kafir yang bertugas untuk memata-matai musuh.[12]

Golongan kedelapan: ibnu sabil, yaitu orang yang kehabisan bekal di perjalanan.

Yang dimaksud di sini adalah orang asing yang tidak dapat kembali ke negerinya. Ia diberi zakat agar ia dapat melanjutkan perjalanan ke negerinya. Namun ibnu sabil tidaklah diberi zakat kecuali bila memenuhi syarat: (1) muslim dan bukan termasuk ahlul bait, (2) tidak memiliki harta pada saat itu sebagai biaya untuk kembali ke negerinya walaupun di negerinya dia adalah orang yang berkecukupan, (3) safar yang dilakukan bukanlah safar maksiat.[13]

[1] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/8252, Asy Syamilah, index “zakat”, point 156.
[2] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/8252, index “zakat”, point 157.
[3] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/8252, index “zakat”, point 158.
[4] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/8256, index “zakat”, point 163.
[5] HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro, 6/351. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 876.
[6] HR. Abu Daud no. 1634, An Nasai no. 2597
[7] HR. Abu Daud no. 1635. Syaikh Al Albani
[8] Darul Hadits Kairo, hal 163-164. dkk
[9] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/8260-8261, index “zakat”, point 169.
[10] HR. An Nasai no. 2579 dan Ahmad 5/60
[11] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/8261-8262, index “zakat”, point 170 dan 171.
[12] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/8263, index “zakat”, point 172 dan 173.
[13] Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/8264-8265, index “zakat”, point 174 dan 175.

Pengertian dan Macam-macam Zakat dalam Islam

1. Zakat Menurut Bahasa dan Istilah
Pengertian zakat menurut bahasa (lughat) berasal dari bahasa Arab yang berbunyi zakat (Al Zakat). ditinjau dari sudut bahasa, zakat memiliki makna suci, tumbuh, berkah, dan terpuji.

Firman Allah SWT :
“ Ambillah dari harta mereka sedekah (zakat) untuk membersihkan mereka serta menghapuskan kesalahan mereka” (Q.S. At Taubah [9]: 103).

Sedangkan pengertian zakat menurut istilah (syara’) adalah nama suatu ibadah yang dilaksanakan dengan memberikan sejumlah kadar tertentu dari harta milik sendiri kepada orang yang berhak menerimanya menurut yang ditentukan syariat Islam.

2. Macam-macam Zakat
Secara umum, zakat dibagi menjadi 2 (dua) macam. Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut :
  • Zakat Fitrah ; yaitu Zakat yang dikeluarkan di akhir bulan Ramadhan dan sebelum pelaksanaan Shalat Idul Fitrih(Haul). Hukumnya adalah wajib. Harta yang dikeluarkan sebanyak 2,5% (Kadar), harta ini bisa berupa makanan pokok yang ada dinegeri masing-masing, atau berupa uang seharga makanan pokok tersebut (Nisab).
  • Zakat Mal (Zakat Harta) ; yaitu harta kekayaan seseorang atau badan hukum yang wajib diberikan kepada orang yang berhak menerimanya (mustahiq) setelah mencapai jumlah minimal tertentu  dan setelah dimiliki selama jangka waktu tertentu pula.
Demikianlah artikel yang berjudul Pengertian dan Macam-macam Zakat dalam Islam. Semoga bermanfaat

Thursday, 11 September 2014

Subordinasi dalam Trinitas

Subordinasi dalam Trinitas - Memang kata "trinitas" tidak ditemukan secara eksplisit dalam Alkitab. Namun ini tidak berarti bahwa konsep tersebut tidak diajarkan dalam Alkitab. Seperti juga kata "Alkitab" tidak ditemukan secara eksplisit tertulis dalam Alkitab, tapi kita sering menggunakannya. Jadi, jika mengatakan bahwa Tritunggal tidak benar karena kata tersebut tidak ada dalam Alkitab, jelas itu merupakan pemahaman yang keliru.

Nah pertanyaan selanjutnya, apakah ada subordinasi dalam Trinitas? Jawabannya ada, namun bukan dalam hal substansi atau esensi.

•    Bapa mengutus Anak-Nya (1 Yohanes 4:10).
•    Bapa dan Anak mengirimkan Roh Kudus (Yohanes 14:26; 15:26).
•    Bapa menciptakan (Yesaya 44:24).
•    Anak sebagai penebus / juruselamat (Galatia 3:13).
•    Roh Kudus menguduskan (Roma 15:16).

Namun subordinasi ini tidak berarti bahwa setiap anggota Tubuh Ketuhanan adalah tidak sama keilahiannya. Sebagai contoh, kita melihat bahwa Bapa telah mengutus Anak, tapi ini tidak berarti bahwa Anak tidak sama dengan Bapa dalam esensi dan sifat keilahiannya. Anak adalah sama dengan Bapa dalam keilahian-Nya, tetapi dalam beberapa saat berada lebih rendah dalam inkarnasi-Nya sebagai manusia. Seperti halnya Alkitab berkata bahwa seorang istri harus tunduk pada suaminya, tapi ini tidak berarti bahwa isteri tidak sama derajatnya dari segi kemanusiaan, esensi, atau kesetaraan dengan suami. Analogi lainnya seperti seorang raja dan hambanya adalah sama dalam esensinya sebagai manusia. Namun seorang raja memiliki wewenang untuk mengirimkan hamba dalam melakukan kehendak-Nya. Tapi itu jelas tidak berarti keduanya tidak sama dalam kedudukannya sebagai manusia. Yesus sendiri berkata : "Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku" (Yohanes 6:38). Memang, tentu saja Yesus adalah Raja, namun analogi diatas hanya untuk menunjukkan bahwa karena seseorang dikirim, bukan berarti mereka berbeda esensi dari orang yang mengutusnya.

Dalam berbagai kritik terhadap Trinitas, banyak kritikus menyalahgunakan subordinasi ini sebagai bukti bahwa konsep Tritunggal tidak benar. Mereka beralasan bahwa jika Yesus benar-benar Tuhan, maka Ia akan benar-benar sama dengan Allah Bapa dalam semua aspek. Oleh karena itu, menjadi lebih rendah dari Bapa dengan cara apapun, tidak bisa dibenarkan. Tapi keberatan mereka ini jelas tidak logis. Jika kita melihat analogi raja dan hamba diatas, kita pasti tidak akan mengatakan bahwa hamba itu bukanlah seorang manusia hanya karena ia diutus. Status seorang utusan jelas tidak bisa meniadakan kesetaraan esensinya. Oleh karena itu, fakta bahwa Anak diutus oleh Bapa, tidak berarti bahwa Dia tidak ilahi lagi. Sama seperti ketika anda menyuruh anak anda untuk membeli roti, bukan berarti anak anda bukanlah manusia seperti anda.

Dalam penjelasan diatas memang kita melihat hal lain yang penting tentang Tritunggal yaitu bahwa hal itu bukanlah konsep yang mudah untuk dipahami. Tapi hal tersebut tidak menjadikan keraguan dari kebenaran konsep tersebut. Alkitab adalah wahyu yang menyatakan tentang keberadaan Allah yang tidak terbatas. Oleh karena itu, kita terikat untuk memahami konsep-konsep yang sulit dipahami, terutama ketika berhadapan dengan Tuhan yang kita ketahui tidak dibatasi keberadaannya, dan ada di semua tempat setiap saat. Jadi, ketika kita melihat deskripsi dan atribut Allah diwujudkan dalam subsistensi Bapa, Anak, dan Roh Kudus, kita menemukan penjelasan sepenuhnya yang bisa dipahami dan dimengerti tentang esensi Tuhan itu.

Demikianlah pembahasan mengenai Subordinasi dalam Trinitas. 

Penjelasan Mengenai Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus

  • Allah Bapa
Allah sebagai Bapa yang memelihara, yang memberikan kasih seorang Bapa Sejati yang sangat mesra, begitu penyayang dan begitu tertib penuh ketegasan (disiplin). Bapa Sorgawi tidak pernah sama dengan para bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini dalam hal kasih dan karakter yang tidak dapat terbandingi dengan kasih dan karakter Bapa Sorgawi. Allah sebagai Bapa Sorgawi merupakan Bapa yang sempurna dari segala bapa (bapak-bapak atau para ayah) dunia ini yang adalah gambaran dan rupa (duplikat dan bayangan) dari Sang Bapa Sorgawi yang murni.

Kepribadian Bapa tidaklah lebih tinggi daripada Anak maupun dengan Roh Kudus.
  • Allah Anak
Allah sebagai teladan dengan Ia merendahkan diri-Nya dalam rupa manusia dan mengenakan nama Yesus yang adalah Kristus (Allah yang datang sebagai manusia), taat pada semua hukum yang telah Ia tetapkan, mati di kayu salib, dikuburkan, lalu bangkit pada hari yang ketiga, dan naik ke surga dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan mati. Ia adalah teladan iman sejati dan sumber kehidupan bagi orang Kristen. Allah telah menunjukkan kasih-Nya yang terbesar dengan menjadi Anak yang mati di kayu salib. Ini adalah berita Injil yang adalah kekuatan Allah. Alkitab menyatakan bahwa Anak merupakan yang "Anak Sulung" Allah dari semua anak-anak Allah dimaksudkan bahwa Anak pun merupakan "Sahabat Sejati" yang rela mengorbankan Nyawa-Nya dan tidak menyayangkannya sama sekali untuk manusia dapat diterima sebagai anak-anak Allah.

Kepribadian Anak ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Anak.
  • Allah Roh Kudus
Allah sebagai Pembimbing, Pendamping, Penolong, Penyerta, dan Penghibur yang tidak terlihat, namun berada dalam hati setiap manusia yang mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan hidup di dalam-Nya.

Roh Kudus bukanlah tenaga aktif. Roh Kudus bukanlah kebijaksanaan (pikiran) tertinggi dari seluruh alam jagad kosmik. Roh Kudus bukanlah manusia tokoh pendiri suatu agama baru. Roh Kudus tidak pernah berbau hal yang mistik. Memang benar bahwa Allah itu Maha kuasa, tetapi Roh Kudus itu bukan sekedar kuasa atau kekuatan, tetapi Roh Kudus adalah Allah, sebab Allah itu Roh. Dengan demikian Roh Kudus adalah Pribadi Allah itu sendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Allah.

Kepribadian Roh Kudus tidak pernah lebih rendah daripada Bapa maupun Anak.

Demikianlah artikel tentang Penjelasan Mengenai Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus, semoga bermanfaat untuk ada yg bergelut dalam ilmu Sosiologi agama dan Perbandingan Agama. Terima kasih

Pengertian Pribadi dalam Trinitas atau Tritunggal

Pengertian Pribadi dalam Trinitas atau Tritunggal
Allah di dalam Alkitab menyatakan Diri kepada manusia yang diciptakanNya sebagai Bapa, Firman (Anak), dan Roh Kudus. Umat Krisitiani mengenal Allah sedemikian rupa dan membentuk istilah Allah Tritunggal: Allah (Bapa), Allah (Anak), dan Allah (Roh Kudus) merupakan inti ajaran Kristen. Ketiga Pribadi adalah sama, sama kuasanya, dan sama kemuliaannya. Ketiganya satu dalam esensi dan memiliki sifat yang sama. Ke-mahakuasa-an, ke-tidak-berubah-an, ke-mahasuci-an, ke-tidak-tergantung-an, dimiliki oleh masing-masing Pribadi Allah.

Yohanes Calvin menjelaskan bahwa ketiga Pribadi tersebut tidak dapat dipisahkan menjadi tiga sosok yang terpisah.[12] Masing-masing Pribadi adalah Allah, dan mereka disembah dalam Keesaan, bukan dalam tiga Pribadi yang terpisah ketika orang memanggil-Nya di dalam doa atau ketika Allah mewujudkan karya-Nya bagi penciptaan dan pemeliharaan manusia dan alam semesta. Allah Bapa bukan Allah Putra; Allah Putra bukan Allah Roh Kudus; dan Allah Roh Kudus bukan Allah Bapa. Ketiganya dapat dibedakan, tetapi di dalam esensi tidak terpisahkan. Ketiga gelar atau sebutan tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa ada kekhasan dalam cara Allah turun ke dunia ini, meskipun dalam satu pekerjaan.[12]

Para teolog Nicea kuno menyatakan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan oleh Tritunggal dilakukan oleh Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus dalam satu kesatuan dan satu kehendak. Ketiga pribadi Tritunggal selalu bekerja tidak terpisahkan, karena karya itu selalu merupakan karya satu Allah. Karena adanya kesatuan kehendak ini, kehendak Sang Putra tidak dapat berbeda dengan kehendak Sang Bapa, karena kehendak itu merupakan kehendak satu Allah. Hubungan perintah dan ketaatan antara Allah Bapa dan Putra, merupakan kenyataan bahwa kehendak mereka tidak dapat berbeda sebagai suatu Tritunggal.[13] Untuk hal ini St. Basil mengamati "Ketika Ia berkata, "Aku tidak berbicara mengenai diri-Ku sendiri", dan lagi, "Seperti Bapa mengatakan kepada-Ku, demikianlah yang Aku katakan", dan "Perkataan yang kalian dengarkan bukanlah perkataan-Ku, melainkan [dari Bapa] yang mengutus Aku", dan di tempat lain, "Seperti Bapa telah memberikan perintah ini kepada-Ku, demikianlah Aku memberikannya", ini bukan karena Ia kekurangan kebebasan berhendak atau inisiatif, atau juga bukan karena Ia harus menunggu suatu ucapan yang sudah diatur sebelumnya (preconcerted key-note), sehingga Ia menggunakan bahasa semacam itu. Tujuan-Nya adalah untuk membuat menjadi jelas bahwa kehendak-Nya sendiri dikaitkan dalam persatuan tak terceraikan dengan Bapa. Jadi, janganlah kita memahami apa yang disebut sebagai suatu "perintah" adalah suatu mandat yang disampaikan (peremptory mandate) dengan organ tubuh untuk berbicara, dan memberikan perintah kepada Sang Putra, seperti kepada bawahan, mengenai apa yang harus dikerjakan-Nya. Namun, marilah kita memahaminya sebagai penyampaian kehendak, sebagaimana sepatutnya Sang Allah, seperti suatu refleksi benda di depan cermin, disampaikan tanpa perbedaan waktu dari Bapa kepada Putra."[14] Demikianlah ketiga Pribad dalam Tritunggal ini saling memberikan kesaksian satu sama lain:

• Dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
"Roh Kudus" memberi kesaksian dalam rupa burung merpati; "Allah Bapa" memberi kesaksian dalam wujud suara dari langit yang menyebut "Anak-Ku (= Putra-Ku)" untuk menyatakan "Allah Putra".
• "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dia-lah yang melakukan pekerjaan-Nya.”
"Allah Putra", yaitu Yesus Kristus, memberi kesaksian tentang "Allah Bapa" dengan menyatakan bahwa perkataan-Nya merupakan perkataan "Bapa".
Kesaksian satu sama lain dari tiga Pribadi ini memberikan suatu pengesahan terhadap pernyataan dan pengajaran Yesus Kristus:
• "Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar." (Kesaksian Allah Putra didukung oleh kesaksian Allah Bapa)
• "Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah.” (Kesaksian Allah Bapa dan Allah Putra bersama-sama)
• "Ini adalah untuk ketiga kalinya aku datang kepada kamu: Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah" (Paulus mengingatkan hukum pengesahan kesaksian menurut Taurat dan Injil, yaitu harus ada dua atau tiga saksi untuk mengesahkan)

Friday, 11 July 2014

Camry Mobil Hybrid Terbaik Indonesia

Camry Mobil Hybrid Terbaik Indonesia

Camry adalah mobil sedan kelas menengah atas yang pasar utamanya adalah Amerika dan Australia. Camry meraih Mobil Terlaris di AS dari tahun 1997 sampai 2000, dan 2002 sampai sekarang. Camry juga dijual di Jepang, serta berbagai negara Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Di Eropa, Camry tidak begitu laku, dan sekarang tidak dipasarkan lagi.  Pada mulanya Camry berawal dari Celica Camry yang merupakan versi mahal dari Toyota Carina. Mobil ini hanya dijual di Jepang dari tahun 1980 sampai 1982.  Sejak tahun 2000 Camry mulai memasuki pasar Indonesia untuk menggantikan posisi Toyota Corona Absolute yang sudah tidak diproduksi lagi. Kini ada keluaran terbaru tahun 2014 yaitu Camry Mobil Hybrid Terbaik Indonesia, Untuk itu mari kita sama-sama menyimak reviewnya.

Perkembangan Toyota New Camry. Sedan Camry memiliki 3 tipe yaitu All New Camry 2.5 G dan All New Camry 2.5 V dan Tipe 2.5 Hybrid.

Hal menarik tentang Camry Mobil
Toyota Camry mempunyai pasar utama di Amerika Serikat dan Australia. Tentunya Toyota tak sembarangan dalam mendesai serta memproduksi mobil ini hingga berani mengambiul resiko bersaing di negara adidaya dan paling maju dalam urusan tekhnologi, termasuk tekhnologi otomotif dan menganut paham kapitalis atau pasar bebas yang notabene hanya produk terbaik dengan kualitas tertinggilah yang dapat bersaing disana.

Namun Toyota Camry menjawab segala tantangan itu dengan bukti kuat, tercatat sejak 1997 sampai 2000 dan tahun 2002 hingga sekarang, Camry meraih predikat sebagai mobil paling laris dan diminati serta mencapai angka penjualan tertinggi di Amerika, sebuah prestasi yang luar biasa bagi produk keluaran asing di negara paman sam tersebut. 

Camry Mobil Hybrid Terbaik Indonesia Hadir di tahun 2014
Hadirnya Camry Mobil Hybrid merupakan mobil generasi terbaru dalam medium sedan yang tampil dengan wajah, desain, fitur, dan mesin baru. Salah satunya, Toyota menawarkan All New Camry dengan teknologi Hybrid Synergi Drive sehingga tampil lebih hijau. All New Camry hadir dengan 3 varian yaitu 2.5 HV (Hybrid Vehicle), 2.5 V, dan 2.5 G.

The Hybrid Synergy Drive menjadikan Camry Mobil Hybrid Terbaik Indonesia
True Spirit, True Power Memperkenalkan Hybrid Engine Baru untuk Semua New Camry. The Hybrid Synergy Drive di All New Camry mencapai bahan bakar yang ekonomis, emisi yang lebih rendah, akslarasi mulus, dan kinerja diam yang akan membawa Anda satu langkah ke depan menjadi sukses di masa depan dan tetap mengedepankan prinsip ramah lingkungan

All New Toyota Camry adalah produk sedan premium Toyota yang ditujukan bagi konsumen kelas menengah dan atas. Sejarah mobil ini tak lepas dari varian sedan premium andalan produsen mobil asal Jepang ini terdahulu yakni Toyota Corona. Tentunya Harga dan Spesifikasi Toyota Camry sudah melalui berbagai tahap pengembangan dengan tekhnologi termoderen dan mengikuti derap langkah zaman.

Awal Mula Camry Mobil di Indonesia
Toyota Camry pertama kali meluncur di Indonesia pada tahun 1998 yang lalu. Sejak saat itu, camri telah menjadi mobil pilihan bagi kalangan papan atas di tanah air, mulai dari pengusaha bonafid, politikus kawakan hingga pejabat teras Pemerintah negeri ini. Lebih dari itu, mobil ini terus mencatatkan statistik penjualan yang luar biasa serta cenderung stabil. Hingga medio Februari 2012, Toyota Camry menguasai market share sedan premium hingga 73 persen. Hal tersebut tak lepas dari kualitas terbaik serta harga Toyota Camry yang terbilang kompetitif di kelasnya.

Memasuki tahun 2014 ini, Camry Mobil Hybrid hadir dengan tampilan yang lebih memukau serta performa dan fitur yang semakin sempurna. Desain Camry terbaru tampak lebih elegan dengan lekuk sudut yang tegas hingga tampak Futursitik dan menonjolkan sisi Advanced Technology. Bahkan kini telah hadir toyota Camry Hybrid dengan technology yang sangat ramah lingkungan.

Foto Modifikasi Camry
Ditengah ketatnya persaingan sedan Jepang, persaingan tipe sedan tersebut antara lain Honda Accord, Nissan Teana dan Toyota All New Camry sendiri. Membuat Toyota melakukan perkembangan signifikan terhadap sedan Camry, terutama dari sisi penampilan luar. Yang paling terlihat signifikan mendapat perubahan dari Toyota Camry adalah tampilan luarnya, yang mendapat facelift. Dengan design facelift ini, Toyota Camry lebih terlihat mewah, elegan dan sporty.

Selain tampilan luar, sisi dalam sedan Camry juga mengalami perubahan, yang membuat penumpang merasa nyaman dan berkesan mewah. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata “canmuri” yang dalam bahasa Jepang berarti mahkota.

Lihat foto kerennya :
 

Berikut Koleksi Photo Modif Mobil Toyota Camry Paling Keren Terbaru 2014

Gambar Modifikasi Mobil Toyota Camry Balap ala Nascar Terbaru 2014 
Gambar Modifikasi Mobil Toyota Camry Balap ala Nascar Terbaru 2014 
Gambar Modifikasi Mobil Toyota Camry Balap ala Nascar Terbaru 2014 
Gambar Modifikasi Mobil Toyota Camry Balap ala Nascar Terbaru 2014 
Gambar Modifikasi Mobil Toyota Camry Balap ala Nascar Terbaru 2014 

Harga Camry di Indonesia Terkini 2014
Type                             Harga
All New Camry 2.5G    Rp. 511.400.000,00
All New Camry 2.5V    Rp. 539.600.000,00



Fitur All New Camry Hybrid 2014
Fitur-fitur baru yang terdapat pada All New Camry 2014, yang paling utama adalah mesin yang sudah Hybrid. Dengan mesin Hybrid menjadikan All New Camry hemat bahan bakar, gas emisi yang rendah dan ramah lingkungan, akselerasi yang lembut, dan suara mesin yang tidak bising.

Fitur terbaru dari All New Camry Hybrid 2014:

  • Mesin 2.5 Litre dengan HYBRID IL4, 16- Valve, DOHC. 
  • Sistem transmisi mengunakan CVT (Continous Variable Transmission).
  • Sistem 2 DIN untuk Audio-Video NAVI (DVD, CD, MP3, WMA) 6 inchi touchscreen dilengkapi dengan Bluetooth.
  • New 8 Premium JBL Green Edge.
  • Headlamp Projector mengunakan LED.
  • AC  mobil 3 Zone.
  • Design baru untuk AC kursi depan.
  • Rear Seat Controler.
  • Rear Seat Relaxation System.
  • Parking Camera.
  • Stering Switch Control.
  • GOA Body.
Dengan fitur-fitur terbaru diatas, tentunya membuat peningkatan harga dan penobatan sebagai Camry Mobil Hybrid Terbaik Indonesia.

Thursday, 10 July 2014

Petunjuk Keselamatan (Introduction Safety)

Petunjuk Keselamatan (Introduction Safety)

Baiklah pada kesempatan kali ini, admin akan berbagi pengetahuan dasar Basic Safety Training dalam keselamatan pelayaran yang berkenaan tentang Petunjuk Keselamatan (Introduction Safety). Tentunya sangat penting untuk kita ketahui. Berikut adalah pembahasannya

Petunjuk keselamatan Pelayaran

Penyelamatan jiwa manusia di laut merupakan suatu pengetahuan praktis bagi pelaut, yang menyangkut bagaimana cara diri maupun orang lain dalam keadaan darurat di laut, akibat kecelakaan kapal seperti :

- Terbakar
- Tubrukan
- Kandas
- Bocor
- Tenggelam
- dan lain-lain

Bahaya tersebut di atas dapat terjadi setiap saat menimpa para pelaut yang sedang berlayar atau orang-orang yang sedang berlayar.



Didalam proses penyelamatan ini, baaik para penolong maupun yang ditolong haruslah tahu dan paham benar :

- cara-cara mempergunakan berbagai alat-alat penolong yang ada di kapal dan tehnik pelaksanaannya.
- persiapan-persiapan dan tindakan-tindakan yang harus dilakukan sebelum dan sesudah meninggalkan kapal.
- tindakan selama terapung dan bertahan hidup dilaut.
- tindakan-tindakan pada waktu menaiki lifeboat/liferaft.

Semua tindakan ini dimaksudkan agar setiap orang yang dalam keadaan bahaya/darurat dapat :

- menolong dirinya sendiri maupun orang lain secara cepat dan tepat, baik pada waktu terjun ke laut maupun pada waktu terapung dan bertahan di laut.
- menolong orang lain pada waktu naik ke lifeboat/liferaft sebelum pertolongan datang.

Penyelamatan jiwa manusia di laut menyangkut berbagai aspek, antara lain yang terpenting adalah kewajiban dan tanggung jawab untuk memberikan pertolongan kepada orang-orang yang dalam keadaan bahaya. Sebagai dasar tanggung jawab itu adalah Konvensi Internasional yang telah telah diberlakukan di Indonesia mengenai keselamatan jiwa dilaut 1974 (SOLAS' 74) bab V. Pertauran 10, tentang berita-berita bahaya dan prosedur.

Sekian dan terima kasih telah menyimak artikel yang berjudul Petunjuk Keselamatan (Introduction Safety), semoga saja bermanfaat bagi kita semua baik para pelaut yang sedang berlayar maupun para penumpang juga yang tentunya sangat penting mengetahui hal-hal seperti yang dibahas tadi. Namun jangan lupa baca juga Prinsip untuk bertahan hidup di laut.