Monday, 31 March 2014

Iddetik.com Forum terbesar di indonesia SCAM 100%

Sekarang Tampaknya di tahun 2014 ada banyak Master SEO yang gila-gilaan mengikuti banyak kontes seo yang banyak di selenggarakan pada tahun ini. Adapun master paling top BJB-RIZAL, ARISNB, MERGELEK, MUHAMMAD BAHRULULUM dan banyak lagi. Ini pun membuat sang penantang "Media Pendidikan" akan benar-benar kualahan mengalahkan mereka mengingat banyaknya kontes seo dan jadwal kuliah yang padat. Tapi itu tidak membuat saya untuk berhenti berjuang mati-matian mengalahkan mereka si-MASTER SEO yang mendominasi. Do'akan aku pemirsa untuk mengalahkan mereka semua. ^_^

Lanjut saja, sesuai judul postingan diatas yaitu "Iddetik.com Forum terbesar di indonesia" maka saya pun harus memberikan informasi seakurat mungkin. Jadi mari kita membahas dari awal.

Apa Itu IDdetik ? 
IDDETIK adalah forum diskusi & jual beli terbesar di Indonesia Kami berdiri pada tanggal 1 Febuari 2014 di Yogyakarta. IDDETIK adalah rumah bagi siapa saja untuk menemukan segala hal yang mereka butuhkan. Jutaan orang menggunakan IDDETIK untuk mencari informasi, pengetahuan, bergabung dengan komunitas baru, hingga jual beli segala jenis barang dan jasa dengan harga terbaik.IDDETIK terbagi kedalam dua jenis forum yaitu Forum & Forum Jual Beli (FJB). Forum adalah tempat untuk mendiskusikan segala hal. FJB adalah tempat untuk bertransaksi jual beli segala macam produk.Forum diskusi IDDETIK kerap memberitakan informasi yang tidak bisa ditemukan di portal-portal berita lain. FJB IDDETIK juga terbukti sebagai tempat paling lengkap untuk menemukan segala macam produk & jasa.  

Moto IDdetik
Motivasi kami IDdetik adalah Memberikan wawasan luas berbasis Forum dan menjadi Forum ini Forum terbesar di Indonesia.

Mungkin itu saja yang bisa saye nampakkan tulisan sederhana tentang Iddetik.com Forum terbesar di indonesia
Iddetik.com Forum terbesar di indonesia

Software Point of Sales Online Omega POS Cloud

Hai sahabat Blognya Azwar! hmmm... kali ini blog yang bertemakan Media Pendidikan ini akan mengulas tentang Software Point of Sales Online Omega POS Cloud. Anda tahu tidak software tersebut itu apa? kalau belum tahu silahkan sobat simak yang berikut ini.

Omega POS Cloud adalah, sebuah software, aplikasi, atau program Point of Sales online, yang bersifat native cloud-based application, yang dikembangkan oleh Omegasoft. Dengan menggunakan Omega POS Cloud, maka data POS dari seluruh cabang usaha, waralaba atau franchise yang tersebar diberbagai kota, akan terhubung secara online, realtime, aman dan terpusat pada cloud server Omegasoft, selama 24 jam non-stop.
Native Cloud-Based Application
Software Omega POS Cloud, Adalah Murni Aplikasi Berbasis Cloud, Dan Tidak Berbasis Website.  Kami Omegasoft, merancang dan mengembangkan Omega POS Cloud, sebagai native cloud-based application untuk sistem operasi Microsoft Windows, dan tidak berbasis web. Sehingga, sebesar apapun lalu lintas data, selalu bekerja secara realtime, atau seketika.
Keamanan Data Omega POS Cloud
Menggunakan Teknologi Keamanan Terdepan, Dengan Pengawasan Selama 24 Jam Non-stop.
Pertama, lokasi komputer server sangat kami jaga kerahasiaannya, meskipun anda atau siapapun menanyakan hal itu kepada kami. Kedua, lokasi data center bebas dari banjir, potensi gempa, dan gangguan bencana alam lainnya. Ketiga, kami menggunakan teknologi enkripsi khusus, untuk memproteksi seluruh data, dengan pengawasan tim keamanan kami, selama 24 jam non-stop.
Cloud Server Online 24 Jam
Lalu Lintas Data Omega POS Cloud, Terpusat, Dan Komputer Server Selalu Online Selama 24 Jam Non-stop. Omegasoft menggunakan teknologi komputasi dan informasi terdepan, sehingga Omega Cloud Server yang kami gunakan selalu online selama 24 jam non-stop. Dengan pengawasan tim khusus selama 24 jam, kami memastikan bahwa lalu lintas data selalu terjamin kelancarannya.
Bebas Pilih Koneksi Internet
Mau Pakai Koneksi Internet Berbasis Kabel, Nirkabel, Wifi, 3G, GSM, CDMA, EVDO, IP Statis / Dinamis, Bisa!  Pertama, Omega POS Cloud tidak hanya dirancang untuk para pengguna dari perkotaan saja, namun juga dirancang untuk para pengguna dari daerah ke perdesaan, meskipun dengan koneksi internet yang lebih lambat daripada perkotaan. Kedua, jika daerah tersebut sudah terjangkau layanan koneksi internet, maka anda bisa dengan bebas menggunakan Omega POS Cloud.

Software Point of Sales Online Omega POS Cloud

Omega POS Cloud Redundant Connection
Jika Koneksi Internet Terputus / Tidak Stabil, Data Terkirim Secara Otomatis, Ketika Koneksi Internet Tersambung Kembali.  Apabila koneksi internet terputus secara tiba-tiba, disaat anda sedang sibuk menginputkan data, maka seluruh data otomatis terkirim, ketika koneksi internet tersambung kembali, tanpa harus input ulang dari awal lagi. Bahkan, anda bebas berganti ke koneksi internet cadangan, meskipun berbeda IP, menggunakan internet wifi, atau bahkan koneksi internet berbasis USB modem 3G.

Software Point of Sales Online Omega POS Cloud

Omega POS Cloud Support Multi-devices.
Software Omega POS Cloud, Bisa Digunakan Pada Berbagai Perangkat Komputasi Modern.  Program, aplikasi, atau software Omega POS Cloud, bisa digunakan pada berbagai perangkat komputasi modern, mulai dari: mobile POS, komputer POS, komputer kasir, mesin POS, personal computer (PC), laptop, notebook, netbook, smart PC, hybird PC, hingga tablet PC.
Siap Digunakan Untuk 2 Kategori Bisnis.
Omega POS Cloud Bisa Digunakan, Untuk Berbagai Jenis Bisnis, Dalam Kategori Makanan-minuman, Dan Retail.  Software Omega POS Cloud bisa digunakan untuk: Restoran, kafe, pub 'n resto, bakery, toko roti, toko baju, toko emas, toko tas, franchise, fast food, toko komputer, toko handphone, minimarket, toko listrik, distro, toko bangunan, toko alat tulis kantor, toko furniture, toko pakaian, dsb.

Thanks for reading article this.

Sunday, 30 March 2014

Fungsi Unsur-unsur Kebudayaan

Fungsi Unsur-unsur Kebudayaan - Beberapa ahli antropologi lain berusaha mencapai pengertian mengenai integrasi kebudayaan dan jaringan berkait antara unsur-unsurnya dengan meneliti fungsi unsur-unsur tersebut. Istilah “fungsi” dapat digunakan dalam bahasa sehari-hari atau bahasa ilmiah dengan arti yang berbeda-beda. Pemakaian istilah itu dalam tulisan-tulisan menurut para ahli antropologi M.E. Spiro adalah bentuk:

1. Menerangkan fungsi itu sebagai hubungan antara suatu hal dengan suatu tujuan tertentu(misalnya mobil mempunyai fungsi sebagai alat untuk mengangkut manusia atau barang dari suatu tempat ke tempat lain;

 2. Menjelaskan kaitan antara suatu hal(X) dengan hal lain(Y),sehingga apabila nilai S berubah,maka nilai Y yang ditemukan oleh X,juga berubah;

3. Menerangkan hubungan yang terjadi antra suatu hal dengan hal-hal lain suatu sistem yang terintegrasi(suatu bagian dari organisasi yang berubah menyebabkan perubahan pada berbagai bagian lain dan malahan dapat menyebabkan perubahan dari seluruh organism). 

“Fungsi” dalam arti yang pertama merupakan istilah yang umum,baik dalam bahasa ilmiah maupun dalam bahasa sehari hari. Dalam ilmu pasti,tetapi juga dalam ilmu ilmu social,artinya dari kedua istilah itu sangat penting,dan dalam arti ketiga terkandung kesadaran akan adanya integrasi kebudayaan

Anthropology - Fungsi Unsur-unsur Kebudayaan
Sumber Gambar : antrosa.blogspot.com
Pandangan bahwa kebudayaan yang hidup sebagai sistem yang terintegrasi,mulai berkembang sejak tahun 1925,dengan terbitnya suatu buku etnografi B. Malinowski tantang penduduk Kepulauan Trobriand,yaitu The Argonauts Of The Western Pacific(1922). Buku yang mengenai orang Papua tersebut ditulisnya dengan gaya bahasa yang memukau dan dengan cara yang khas. Fokus dari buku tersebut adalah sistem pelayaran untuk perdangan antar pulau,yang dalam bahasa setempat disebut kula. Perahu-perahu bercadik yang digunakan untuk pelayaran tersebut menempuh jarak puluhan mil dan berlangsung berbulan-bulan,untuk memperdagangkan benda-benda suci(sulava) berupa kalung-kalung terbuat dari kerang secara barter dengan benda-benda suci lainnya yang bernama mwali,berupa gelang-gelang dibawa oleh perahu-perahu yang datang dari arah yang berlawnan. Bersamaan pertikaran benda-benda suci itu,terjadi juga berbagai transaksi perdagangan dan barter dari sejumlah benda ekonomi. 

Jalan pikiran mengenai masalah fungsi dari unsur-unsur kebudayaan terhadap suatu kehidupan masyarakat,yang mulai muncul setelah terbitnya tulisan Malinowski tersebut di atas,kemudian disebut aliran Fungsionalisme. Dalam aliran itu ada berbagai pendapat mengenai fungsi dasar dari unsur-unsur kebudayaan manusia,yang dalam buku ini tidak usah diuraikan panjang lebar,walaupun pendapat Malinowski sendiri mengenai masalah itu ada gunanya kita tinjau di sini. Menurut Malinowski,berbagai unsur kebudayaan yang ada dalam suatu masyarakat gunanya untuk memuaskan sejumlah hasrat naluri manusia. Karena itu unsur “kesenian”,misalnya,befungsi memuaskan hasrat naluri manusia akan keindahan;unsur “sistem pengetahuan” untuk memuaskan hasrat untuk tahu. Andaikata kita dapat membuat suatu daftar yang sangat lengkap dari semua hasrat naluri manusai di sebelah kiri,maka di sebelah kanan dapat dibuat daftar dari unsur-unsur kebudayaan manusai yang sejajar dengan hasrat-hasrat tadi(tentu ada unsur-unsur kebudayaan yang berfungsi untuk lebih dari satu hasrat,seperti misalnya keluarga,yang dapat berfungsi memenuhi hasrat akan perasaan aman dan mesra,tetapi juga akan prokreasi;dan rumah dapat memenuhi kebutuhan akan perlindungan fisik,tetapi juga gengsi atau keindahan). 

Teori mengenai fungsi kebudayaan dikembangkan Malinowski pada skhir hayatnya,sehingga tertibnya sehingga terbitnya buku yang terbuat yang memuat teori itu,yaitu A Scentific Theory Of Culture And Other Essays(1944) tidak sempat dialaminya. 

Focus kebudayaan. Dalam berbagai kebudayaan terdapat satu atau beberapa unsur kebudayaan atau pranata yang menjadi unsur pusat dalam kebudayaan yang bersangkutan,sehingga unsur digemari oleh warga masyarakat dan medominasi berbagai aktivitas atau pranata lain yang ada. Contoh adalah kesenian dalam masyarakat orang bali,gerakan kebatinan dan mistik dalam kebudayaan golongan pegawai negri(yaitu priyayi) di JawaTengah,perang antarfederasi kelompok kekerabatan dalam masyarakat suku bangsa Dani di IrianJaya(yang sejak tahun 1970-an sudah tidak diperkenankan lagi),atau kula dalam masyarakat penduduk Trobriand. Suatu kompleks unsur-unsur kebudayaan yang tampaknya sangat digemari warga masyarakat sehingga mendominasi seluruh kehidupan masyarakat yang bersangkutan,oleh ahli antropologi Amerika R. Lointin disebut culturan interest atau social interest. Untuk penggunaannya dalam bahasa Indonesia,penulis mengusulkan istilah “fokus kebudayaan”,yaitu suatu istilah yang untuk pertama kali digunakan oleh M.J. Herskovits. 

Etos Kebudayaan. Dari suatu kebudayaan dapat tampak suatu watak khas(ethos),seperi yang tampak misalnya pada gaya tingkah laku,kegemaran,atau benda-benda budaya hasil karya para warga masyarakatnya. Dengan demikian orang Batak yang mengamati kebudayaan Jawa yang baginya orang asing,mungkin akan mengatakan bahwa watak khas kebudayaan Jawa memancar keselarasan,kesuraman,keterangan yang berlebihan sehingga dapat disebut lamban,serta tingkah laku yang mendetil(njlimet),dan gemar akan karya serta gagasan yang terbelit-belit. Gambarannya mengenai watak kebudayaan Jawa itu kemudian mungkin diilustrasikannya sebagai berikut:memiliki bahasa yang terpecah ke dalam tingkat-tingkat bahasa yang sangat rumit dan rinci,sopan santun dan gaya tingkah laku yang mencela gaya bicara dan tertawa yang keras,gerak-gerik yang rebut dan agresif,tetapi menilai tinggi tingkah laku yang tenang tetapi tidak tergoyahkan,kesenangan akan warna-warna gelap,seni suara yang gamelan tidak keras,benda-benda kesenian dan kerajinana hiasan-hiasan yang sangat mendetil,dan lain-lain. 

Dalam antropologi,penelitian-penelitian mengenai watak kebudayaan seperti itu diperoleh oleh Ruth Benedict,yang menggambarkan watak kebudayaan dari beberapa suku bangsa Indian,yaitu suku bangsa Indian Krow yang pernah menghuni daerah padang rumput dan berburu banteng bison,kebudayan suku bangsa elah Indian Zuni yang bermata pencarian sebagai petani jagung dan tinggal di daerah gurun di New Mexico,kebudayaan suku bangsa Indian Kwakiutl yang tinggal di pantai barat Kanada dan menjadi pemburu ikan salem dan ikan paus,serta kebudayaan penduduk Pulau Dobu yang terletak di sebelah tenggara Papua Niugini(yakni di Kepulaun d’Entrecasteaux). 

Anthropology - Fungsi Unsur-unsur Kebudayaan
Sumber Gambar :
antrosa.blogspot.com

Dengan cara menganalisis adat sopan santun,upacara pacara keagamaan,cerita cerita dongen,ataupun hasil kerajinan menurut Benedict warga kebudayaan Crow bersifat agresif,watak kaku,menghargai insentif,dan beranggapan bahwa keteguhan iman diperoleh dengan jalan yang menyakiti diri sendiri dan memilih jalan yang sukar. Karena sifat-sifat tersebut mirip dengan sifat-sifat dimiliki oleh dewa Dionysus dalam mitologi Yunani Klasik,kebudayaan Indian Crow olehnya disebut memiliki watak Dionysian. Demikian warga Zuni yang berwatak tenang dan menghendaki keselarasan dalam kehidupannya disebut watak Apollonian,karena mirip watak dewa Yunani Apollo. Watak khas sifat pengecut yang menggunakan sihir dan guna-guna untuk merugikan orang lain. Watak khas suku bangsa Kwakiutl memancarkan sifat agresif,bersaing,dan membusal,menurut R. Benedict mirip sifat-sifat penderita penyakit jiwa paranoia mengalamania. 

Pelukisan Benedict mengenai watak khas para warga suku-suku bangsa terurai di atas berikut uraian tentang metode analisa kebudayaan secara holistic,maupun cara-cara untuk mendapatkan pengertian tentang suatu kebudayaan secara terintegrasi,termaktub dalam bukunya Patterns Of Culture(1934). Dengan pattern yang dimaksudkan oleh Banedict adalah “pola watak”. Sebenarnya penulis lebih menyukai istila “pola” untuk tingkah laku atau tindakan,dan “etos” untuk wayak khas. Kepri badian Umum. Metode lain yang pernah dikembangkan para ahli antropologi untuk melukiskan suatu kebudayaan secara holistic terintegrasi adalah dengan memusatkan perhatian pada kepribadian umum yang dominan dalam kebudayaan yang bersangkutan. Konsep “kepribadian umum” atau “kepribadian bangsa”(dalam bahasa Inggris disebut basicpersonality) itu mula-mula dikembangkan oleh R. Linton dan A.Kardiner dalam tahun 1930-an. 

Itulah tadi ulasan terperinci tentang Fungsi Unsur-unsur Kebudayaan semoga bermanfaat untuk Anda. Terimah Kasih

Pengertian Masyarakat Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Pengertian Masyarakat Secara Umum dan Menurut Para Ahli - Istilah masyarakat sipil sering kali dipersepsikan kurang tepat. Pengertian masyarakat sipil terkadang dipertentangkan dengan komunitas militer. Di zaman Orde Baru pandangan seperti itulah yang mendominasi. Masyarakat sipil selalu dikotomikan dengan kelompok militer. Pendikotomian itu telah mereduksi makna sesungguhnya dari istilah Civil Society yang menjadi padanan kata masyarakat sipil.

Term masyarakat sipil sebenarnya hanya salah satu di antara beberapa istilah lain dalam mengindonesiakan kata Civil Society. Di samping masyarakat sipil, padanan kata lainnya yang sering digunakan adalah masyarakat beradab atau masyarakat berbudaya, masyarakat kewargaan, dan masyarakat madani.
Maksud masyarakat berbudaya sebagai padanan kata Civil Society adalah sebagai lawan masyarakat liar. Masyarakat berbudaya merujuk pada masyarakat yang saling menghargai nilai-nilai sosial kemanusiaan (termasuk dalam kehidupan politik).
Sementara, istilah masyarakat madani merujuk pada Madinah, sebuah kota yang sebelumnya bernama Yastrib di wilayah Arab, di mana masyarakat Islam di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad di masa lalu pernah membangun peradaban tinggi.
Civil Society juga sering diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi masyarakat warga atau masyarakat kewargaan. Istilah mulai diperkenalkan oleh AIPI (Asosiasi Ilmu Politik Indonesia), Pemikiran Civil Society memang umumnya dikaitkan dengan pengelompokan masyarakat, tepatnya menunjuk pada kelompok-kelompok sosial yang salah satu cirri utamanya ialah sifat otonomi terhadap negara.
Masyarakat Sipil (Civil Society), banyak diterjemahkan dengan berbagai macam makna. Pada hakekatnya, versi terjemahan apapun yang dipakai, ternyata rujukan berpijaknya bertemu pada pemahaman konseptual yang sama. Pada dasarnya istilah manapun yang dipakai tidak menjadi soal sepanjang kita memiliki perspektif, sudut pandang dan pemahaman konseptual yang sama menurut makna istilah yang digunakan.
Civil Society sebagai wilayah-wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan, anatara lain; kesukarelaan (voluntary), kesewasembadaan (self generating), dan keswadayaan (self supporting), kemandirian tinggi berhadapan dengan negara, dan keterikatan dengan norma­norma atau nilai-nilai hukum yang diikuti oleh warganya.
Penulis lebih sepakat menggunakan istilah masyarakat sipil sebagai padanan Civil Society. Sederhana saja, kata Civil Society bila diterjemahkan langsung ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah masyarakat sipil. Masyarakat sipil lebih ditekankan pada konsep sesungguhnya dari CivilSociety yang pada dasarnya terkait dengan ide demokrasi.
Dalam alam demokrasi, keberadaan Civil Society dianggap sebagai syarat pembangunan demokrasi. Menurut Franz Magnis Suseno, Civil Society bila didefinisikan secara luas, ia disamakan dengan masyarakat yang mandiri yang identik dengan demokrasi.
Sebagai sebuah ruang politik, Civil Society adalah suatu wilayah yang menjamin berlangsungnya perilaku, tindakan dan refleksi mandiri, tidak terkungkung oleh kondisi kehidupan material, dan tidak terserap di dalam jaring-jaring kelembagaan politik resmi. Tersirat pentingnya suatu ruang publik yang bebas, tempat di mana transaksi komunikasi yang bisa dilakukan oleh warga negara.
Robert W Hefner mengilustrasikan bahwa konsep masyarakat sipil berarti sesuatu yang membedakan secara luas dalam tradisi teiritis yang berbeda. Dalam pemikirannya, gagasan ini mengacu pada klub, organisasi-organisasi agama, kelompok­kelompok bisnis, serikat-serikat buruh, kelompok-kelompok HAM, dan asosiasi-asosiasi lainnya yang berada diantara rumah tangga dan negara yang diatur secara suka rela dan saling menguntungkan. Idenya adalah agar institusi-institusi formal bisa bekerja, warga negara pertama, harus belajar berpartisipasi dalam asosiasi-asosiasi sukarela local. Hal ini bisa melalui jaringan perjanjian masyarakat sipil.

Pengertian Masyarakat Menurut Beberapa Ahli :

Abdul Syani (1987: 30) mengemukakan bahwa “Masyarakat adalah berkumpul bersama, hidup bersama dengan saling berhubungan dan saling mempengaruhi”.

Menurut Hassan Shadily (1983: 31) “Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, yang dengan atau sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain”.

Joseph S. Roucek dan Roland R. Warren “Sociology An Introduction” (1984:88) mengartikan kelompok sebagai suatu kumpulan dari orang-orang yang mempunyai hubungan dan berinteraksi, dimana dapat mengakibatkan tumbuhnya perasaan bersama. Marga dalam bahasa asing disebut “clan” yang berarti sistem kekerabatan yang terdiri dari anggota keluarga.

Menurut Abdulsyani, sosiologi, “Skematika, Teori dan Terapan” (1992: 27), dalam setiap masyarakat ada kelompok Gemeinschaft. Marga dalam hal ini dapat digolongkan dalam Gemeinschaft by Blood, yaitu Gemeinschaft yang merupakan ikatan yang didasarkan pada ikatan darah atau keturunan; contoh keluarga, kelompok kekerabatan.

Soerjono Soekanto (2002: 64-67) mengemukakan bahwa dalam masyarakat terjadi proses interaksi sosial, Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial dapat bersifat primer dan sekunder. 

Demikianlah artikel yang berjudul " Pengertian Masyarakat Secara Umum dan Menurut Para Ahli " semoga saja bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita menjadi lebih jauh mengenai masyarakat. Terima kasih telah menyimak


sumber referensi : Referensi Makalah®

Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial terdiri dari dua unsur, yaitu kedudukan (status) dan peranan (role). Kedudukan dan peranan merupakan dua unsur yang memiliki arti penting bagi sistem sosial.

1) Kedudukan (Status)
Status sosial menurut Ralph Linton adalah sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.
Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial
anajaad.blogspot.com
Ada tiga macam status sosial dalam masyarakat:

a) Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya. Misalnya, kedudukan seorang anak bangsawan adalah bangsawan pula, seorang kasta Brahmana juga akan memperolah kedudukan yang sama. Contoh lainnya yaitu kedudukan laki-laki yang lebih tinggi daripada perempuan dalam suatu keluarga.

b) Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat seseorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll. Status pekerjaan, misalnya sebagai dokter, dosen, buruh, dll, sangat menentukan status seseorang dalam masyarakat. Begitu juga dengan tingkat pendidikan yang telah ditempuh seseorang. Seorang sarjana tentu dipandang lebih tinggi statusnya dari pada orang yang hanya lulus sekolah dasar. Hal itu merupakan hasil dari usaha keras yang telah dilakukannya.

c) Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya. Dalam hal ini, kesalehan seseorang dalam beragama termasuk di dalamnya. Jika seseorang memiliki pengetahuan agama yang dalam, maka ia akan memiliki status yang lebih tinggi di masyarakat.

2) Peranan
Sedangkan peran sosial merupakan aspek yang lebih dinamis dibandingkan dengan kedudukan. Status sosial merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu dalam organisasi masyarakat. Peran lebih menjurus pada fungsi seseorang dalam masyarakat. Meskipun demikian, keduanya tak dapat dipisahkan karena satu dengan yang lainnya saling berhubungan.
Berdasarkan cara memperolehnya, peranan dibedakan menjadi dua, yaitu:

a) Peranan bawaan (ascribed roles), yaitu peranan yang diperoleh secara otomatis, bukan karena usaha, misalnya peranan sebagai nenek, anak, ketua RT, dan sebagainya.

b) Peranan pilihan (achieve roles), yaitu peranan yang diperoleh atas keputusannya sendiri, misalnya seseorang memutuskan untuk memilih Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Berdasarkan pelaksanaannya, peranan sosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a) Peranan yang diharapkan (expected roles), yaitu cara ideal dalam pelaksanaan peranan menurut penilaian masyarakat. Masyarakat menghendaki peranan tersebut dilaksanakan secernat-cermatnya dan tidak dapat ditawar dan harus dilaksanakan seperti yang telah ditentukan. Misalnya, peranan hakim, diplomatik, dan sebagainya.
b) Peranan yang disesuaikan (actual roles), yaitu cara bagaimana sebenarnya peranan tersebut dijalankan. Peranan ini pelaksanaannya lebih dinamis, dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu.

Suatu peranan dapat membimbing seseorang dalam berperilaku, karena peran dapat berfungsi sebagai, pertama, memberi arah pada proses sosialisasi. Kedua, pewarisan tradisi, kepercayaan, nilai, norma, dan pengetahuan. Ketiga, dapat mempersatukan kelompok atau masyarakat. Keempat, menghidupkan sistem pengendali dan kontrol sehingga dapat melestarikan kehidupan masyarakat. 

Demikianlah artikel kami yang berjudul Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial. Semoga bermanfaat, namun jangan lupa berkunjung lagi ke blog kami yang tampil sebagai Media Pendidikan.

Sifat dan Macam-macam Stratifikasi Sosial


Media Pendidikan - Sifat dan Macam-macam Stratifikasi Sosial.

Sifat Stratifikasi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, dilihat dari sifatnya, pelapisan sosial dibedakan menjadi sistem pelapisan sosial tertutup, sistem pelapisan sosial terbuka, dan sistem pelapisan sosial campuran. 

Sifat dan Macam-macam Stratifikasi Sosial

1) Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan mobilitas (perpindahan) dari satu lapisan ke lapisan sosial yang lain. Dalam sistem ini, satu-satunya kemungkinan untuk masuk pada status tinggi dan terhormat dalam masyarakat adalah karena kelahiran atau keturunan.

Contoh:
  • Sistem kasta di India. Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan Brahmana. 
  • Rasialis. Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah kedudukan di posisi kulit putih. 
2) Stratifikasi Sosial Terbuka Stratifikasi.
ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal. Setiap orang memiliki kesempatan berusaha untuk menaikkan, menurunkan, maupun menstabilkan statusnya. 

Contoh:
  • Seorang miskin karena usahanya bisa menjadi kaya, atau sebaliknya. 
  • Seorang yang rendah tingkat pendidikannya dapat memperoleh pendidikan yang lebih tinggi dengan usaha yang gigih.
3) Stratifikasi Sosial Campuran.
Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup dan terbuka.
Misalnya, seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

Macam-macam Stratifikasi Sosial.

Jeffris dan Ransford berpendapat bahwasanya stratifikasi sosial di dalam masyarakat terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

1) Hierarki Kelas (Class Hierarchies), 
yaitu stratifikasi yang didasarkan pada penguasaan barang atau jasa. Di Indonesia, masyarakat digolongkan menjadi beberapa kategori yaitu kategori kaya, menengah, dan miskin. Hal tersebut mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS). BPS selalu mengeluarkan batasan perbedaan pendapatan per kapita per tahun, dan dibedakan anatara wilayah pedesaan dengan perkotaan. Menurut BPS, kemiskinan adalah ketidakmampuan untuk memenuhi standar tertentu dari kebutuhan dasar, baik makanan maupun non makanan. Standar tersebut disebut dengan garis kemiskinan. Di Jawa Timur misalnya, pada tahun 2003 jumlah penduduk miskin tercatat meningkat dari 19,53% (6,8 juta jiwa) menjadi 20,34% (7,1 juta jiwa).

2) Hierarki Kekuasaan (Power Hierarchies), 

yaitu stratifikasi yang didasarkan pada kekuasaan seseorang dalam suatu masyarakat. Yang dimaksud engan kekuasaan adalah kemampuan untuk mepengaruhi individu-individu lain dan mepengaruhi pmbuatan keputusan kolektif. Menurut Gaetano Mosca, di dalam suatu masyarakat selalu terdapat dua kelas penduduk yaitu kelas yang menguasai dan kelas yang dikuasai. Kelas pertama yang jumlahnya selalu lebih kecil bertugas menjalankan semua fungsi politik, memonopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan yang diberikan oleh kekuasaan tersebut. Sedangkan kelas kedua yang jumlahnya jauh lebih besar, diatur dan dikendalikan oleh kelas yang pertama.

3) Hierarki Status (Status Hierarchies).
yaitu stratifikasi yang didasarkan pada pembagian kehormatan dan status sosial. Stratifikasi dalam bentuk ini membagi masyarakat ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok masyarakat yang disegani atau terhormat dan kelompok masyarakat biasa. Kelompok masyarakat yang menduduki posisi terhormat biasanya memiliki gaya hidup yang eksklusif. Biasanya diwujudkan dalam bentuk pembatasan terhadap pergaulan erat dengan orang yang statusnya lebih rendah. Di lingkungan kerajaan yang berdarah biru lazimnya menganggap suatu hal yang menyimpang bila ada anggota keltarganya yang menikah dengan orang biasa. Di Inggris pernah terjadi polemik ketika Pangeran Charles yang mewarisi tahta kerajaan Inggris memilih menikah dengan Putri Diana yang berasal dari kalangan rakyat biasa. 

Terima Kasih telah menyimak artikel Sifat dan Macam-macam Stratifikasi Sosial semoga bermanfaat untuk anda.  Jangan lupa baca : Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial dan Faktor Determinan Stratifikasi dan Ketidaksamaan Sosial

Pengertian, Makna dan Contoh leksikal, gramatikal, denotasi, dan konotasi

Pengertian dan Contoh leksikal, gramatikal, denotasi, dan konotasi -  Baiklah berikut adalah pengertian dari beberapa kata dalam bahasa indonesia yang terkadang kita temui. Bukan cuma itu, pengertian berikut sudah disertai beberapa contoh.

Pengertian, Makna dan Contoh leksikal, gramatikal, denotasi, dan konotasi

1. Leksikal adalah makna kata berdasarkan kamus atau leksikon (makna kata bedefinisi). Contoh: makan adalah memasukkan sesuatu ke dalam mulut, mengunyah dan menelannya.

2. Gramatikal adalah makna kata yang terjadi karena:
a.    dilekati imbuhan, contoh: penulis, tulisan, ditulis, penulisan
b.    ditempatkan dalam frase, klausa, atau diberi intonasi
contoh: dr. Dina tiba di Bandung. (di: menyatakan tempat).


3. Denotasi adalah makna lugas, apa adanya, satu alternatif, sebenarnya.
Contoh: rindu sedang makan pisang.


4. Konotasi adalah makna kiasan, ungkapan, idiomatis, sampingan, tambahan, banyak alternatif, tidak sebenarnya.
Contoh: nenek makan hati karena kakek bermata keranjang.


Demikianlah tadi artikel diatas yang menelaskan tentang pengertian leksikal, gramatikal, denotasi, dan konotasi yang kami himpun dari sumber berikut [matakristal.com]

Apa Makna Denotasi

Makna Denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus.

   Contoh :

   Adik makan nasi.

   Makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut.
 

Makna Konotasi

Kalau makna Denotasi adalah makna yang sebenarnya, maka seharusnya Makna Konotasi merupakan makna yang bukan sebenarnya dan merujuk pada hal yang lain. Terkadang banyak eksperts linguistik di Indonesia mengatakan bahwa makna konotasi adalah makna kiasan, padahal makna kiasan itu adalah tipe makna figuratif, bukan makna konotasi.

Makna Konotasi tidak diketahui oleh semua orang atau dalam artian hanya digunakan oleh suatu komunitas tertentu. Misalnya Frase jam tangan.

(dikondisikan) Pak Slesh adalah seorang pegawai kantoran yang sangat tekun dan berdedikasi. Ia selalu disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Pada saat rapat kerja, salah satu kolega yang hadir melihat kinerja beliau dan kemudian berkata kepada sesama kolega yang lain "Jam tangan pak Slesh bagus yah".

Dalam ilustrasi diatas, frase jam tangan memiliki makna konotasi yang berarti sebenarnya disiplin. Namun makna ini hanya diketahui oleh orang-orang yang bekerja di kantoran atau semacamnya yang berpacu dengan waktu. Dalam contoh diatas, Jam Tangan memiliki Makna Konotasi Positif karena sifatnya memuji.


Makna konotasi dibagi menjadi 2

1.Konotasi positif  merupakan kata yang memiliki makna yang dirasakan baik dan lebih sopan.

2.Konotasi negatif merupakan kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.



Makna Leksikal

Makna leksikal adalah makna yang bersifat tetap. Oleh karena itu, makna

ini sering disebut dengan makna yang sesuai dengan kamus.

Contoh:

Makan kambing sapi

Minum buku pensil


Makna Gramatikal


Makna gramatikal adalah makna yang berubah-ubah sesuai dengan konteks

pemakainya. Kata ini sudah mengalami proses gramatikalisasi, baik pengimbuhan,

pengulangan, ataupun pemajemukan

Contoh:

Berlari = melakukan aktivitas

Bersedih = dalam keadaan

Bertiga = kumpulan

Berpegangan = saling
Terima kasih telah menyimak artikel Pengertian dan Contoh leksikal, gramatikal, denotasi, dan konotasi. Kami ucapkan juga terima kasih kepada sumber referensi, semoga bermanfaat untuk para pengunjung! Jangan lupa baca : Wacana Lisan dan Tulisan

Refrensi :
http://juprimalino.blogspot.com/
http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/

Wednesday, 26 March 2014

Pertanyaan-pertanyaan seputar mandi besar, mandi wajib (JUNUB/JANABAH)

Blognya Azwar - Media Pendidikan | Pertanyaan-pertanyaan seputar mandi besar, mandi wajib Islam (JUNUB/JANABAH) ~ Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini akan membahas tentang pertanyaan seputar Mandi Wajib.
Assalamualaikum... :)

Setelah saya mencoba search di blog-blog sahabat, Alhamdulillah ketemu juga artikel ini dari Blog Anak Pingitan. Artikel ini sebenarnya telah lama beliau buat, di sini aku hanya ingin berbagi saja mengenai mandi besar dan pertanyaan-pertanyaan seputarnya yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya. Ini aku rasa penting buat muslim/muslimah semuanya, mengingat hal ini berkaitan dengan sah/tidaknya kita melakukan ibadah-ibadah wajib seperti sholat, puasa, dll.
Pertanyaan-pertanyaan seputar mandi besar, mandi wajib (JUNUB/JANABAH)

Berikut Pertanyaan-pertanyaan seputar mandi besar, mandi wajib Islam (JUNUB/JANABAH)

1. Mandi dengan tayamum
Apakah diperbolehkan bagi orang junub melakukan shalat dengan tayammum sementara najis masih melekat pada tubuh dan bajunya jika waktunya sempit, ataukah ia harus bersuci dan mandi lalu mengqadha shalatnya?
Jawab:
Jika waktunya tidak cukup untuk mensucikan badan dan pakaian atau menggantinya dengan yang suci, dan tidak dapat shalat dalam keadaan telanjang karena dingin dan sebagainya, maka hendaknya shalat dengan tayammum sebagai ganti dari mandi janabah dan dengan pakaian najis. Hal itu cukup baginya dan tidak wajib mengqadha shalatnya.

2. Masuknya air mani tanpa penetrasi
Apakah masuknya air mani ke dalam rahim tanpa melakukan penetrasi menyebabkan janabah?
Jawab:
Hal itu tidak menyebabkan janabah.

3. Mandi setelah pemeriksaan vagina
Apakah wajib mandi atas wanita yang telah menjalani pemeriksaan dalam (vagina) dengan peralatan medis?
Jawab:
Tidak diwajibkan mandi selama tidak mengeluarkan mani.

4. Penetrasi tanpa orgasme:
Jika terjadi penetrasi hanya se-ukuran ujung penis, namun tidak mengeluarkan mani dan wanita tidak mencapai puncak orgasme (puncak kenikmatan), apakah hanya wanita yang diwajibkan mandi, ataukah hanya pria, atau diwajibkan atas keduanya?
Jawab:
Dalam contoh kasus tersebut, keduanya diwajibkan mandi.

5. Mimpi basah wanita:
Berkenaan dengan ihtilam (mimpi basah) wanita, kapan dan mimpi bagaimanakah yang menyebabkan mereka diwajibkan mandi janabah, apakah cairan yang keluar dari wanita ketika bercumbu dengan pria dianggap dan dihukumi seperti mani ? Dan dengan demikian apakah diwajibkan mandi atas wanita tersebut meskipun tidak merasakan kecapekan pada tubuh dan tidak mencapai orgasme? Secara umum, bagaimana terjadinya janabah pada wanita tanpa persetubuhan?
Jawab:
Jika seorang wanita merasakan puncak kelezatan dan pada saat yang sama keluar darinya cairan, maka ia telah dihukumi sebagai seorang yang junub dan mandi telah wajib baginya, Namun jika ia ragu apakah telah sampai pada tingkat tersebut atau belum dan ragu apakah keluar sesuatu atau tidak, maka tidak ada kewajiban mandi padanya.

6. Hukum membaca bacaan yang menyebabkan birahi:
Apakah hukum membaca buku roman (percintaan) atau menonton film yang menyebabkan terangsangnya birahi?
Jawab:
Tidak diperbolehkan.

7. Keluar air mani dari rahim wanita setelah mandi:
Jika seorang wanita segera melakukan mandi setelah digauli sedangkan mani suaminya tetap berada di rahimnya, apakah mandinya sah, meskipun mani suaminya keluar seusai mandi? Apakah mani yang keluar itu suci ataukah najis? Dan apakah wajib mandi lagi?
Jawab:
Mandinya benar (sah). Cairan yang keluar darinya jika berupa mani maka hukumnya najis, Namun jika yang keluar darinya setelah mandi adalah mani lelaki , maka tidak menyebabkan janabah lagi.

8. Ragu mandi:
Sejak beberapa waktu lalu saya mengalami keragu-raguan tentang mandi janabah sampai sampai tidak menyetubuhi isteri. Meski demikian saya mengalami kondisi di luar kehendak dimana saya menduga bahwa saya wajib mandi janabah, bahkan saya mandi dua atau tiga kali sehari. Kebimbangan ini sangat mengganggu saya. Apa taklif (tugas keagamaan) saya?
Jawab:
Hukum janabah tidak berlaku bila ada keraguan tentangnya, kecuali apabila Anda mengeluarkan cairan disertai tanda-tanda syariy bagi keluarnya mani, atau anda yakin telah mengeluarkan mani.

9. janabah wanita dalam keadaan haid:
Apakah sah mandi janabah wanita yang sedang dalam keadaan haidh, sehingga tugasnya selaku wanita yang junub gugur?
Jawab:
Keabsahan mandi dalam contoh kasus tersebut dipertanyakan (bermasalah, mahallul isykal).

10. Janabah ketika haidh:
Apakah setelah suci diwajibkan mandi janabah atas wanita yang mengalami janabah ketika sedang haid diwajibkan mandi janabah setelah bersuci dari haidh, atau tidak diwajibkan karena saat itu ia tidak dalam keadaan suci?
Jawab:
Ia diwajibkan mandi janabah di samping mandi haidh. Ia diperbolehkan mandi janabah saja, meskipun, berdasarkan ahwath, hendaknya meniatkan kedua macam mandi.

11. Kondisi cairan yang keluar sebagai air mani:
Dalam kondisi apakah cairan yang keluar dari seseorang dihukumi sebagai air mani?
Jawab:
Apabila disertai dengan syahwat (kenikmatan seksual) dan melemahnya tubuh serta dengan tekanan dihukumi sebagai air mani.

12. Hukum mandi ada penghalang sabun di kulit:
Dalam beberapa kasus setelah mandi ditemukan sisa-sisa sabun di dalam kuku tangan atau kaki dan tidak kelihatan ketika sedang mandi. Namun setelah keluar dari kamar mandi tampak putih sisa sabun. Padahal sebagian orang mandi dan berwudhu tanpa mengetahui atau memperhatikan hal itu, maka apakah hukumnya sementara tidak dapat dipastikan bahwa air menjangkau bagian yang tertutup di bawah putih sisa sabun?
Jawab:
Hanya lapisan kapur atau sisa sabun yang tampak setelah anggota tubuh mengering, tidak merusak keabsahan wudhu atau mandi, kecuali apabila menghalangi pembasuhan kulit.

13. Membersihkan najis sebelum mandi:
Salah seorang teman mengatakan bahwa sebelum mandi diwajibkan mensucikan tubuh dari najis, dan bahwa mensucikannya ketika sedang mandi seperti pensucian dari mani membatalkan mandi. Jika perkataannya benar, apakah shalat-shalat yang telah dikerjakan batal dan wajib diqadha, karena saya sebelumnya tidak mengetehui masalah ini?
Jawab:
Basuhan untuk mensucikan badan (dari najis, pent.) wajib terpisah dari mandi janabah, namun tidak wajib mensucikan seluruh badan sebelum memulai mandi melainkan cukup apabila setiap anggota badan yang akan dimandikan disucikan terlebih dahulu. Karenanya, apabila ia mensucikan anggota tubuh sebelum memandikannya, maka sahlah mandi dan shalat yang telah ia laksanakan. Jika tidak mensucikan anggota tubuh sebelum memandikannya, dan dengan satu basuhan ia ingin mensucikannya dari najis serta melakukan mandi wajib, maka batallah mandi dan shalatnya dan wajib mengqadhanya.

14. Cairan yang keluar ketika tidur:
Apakah cairan yang keluar dari seseorang ketika sedang tidur dihukumi sebagai mani, padahal tidak mengandung salah satu dari tiga tanda (keluar dengan tekanan, syahwat dan lemahnya tubuh) dan tidak menyadarinya, kecuali setelah terjaga dari tidur saat melihat pakaian dalamnya basah?
Jawab:
Jika tiga tanda tersebut atau salah satu darinya tidak ada atau ragu atas hal itu, cairan tersebut tidak dihukumi mani, kecuali jika diyakini sebagai mani dengan cara lain.

15. Malu untuk janabah:
Saya seorang pemuda yang hidup bersama keluarga miskin. Saya sering mengeluarkan mani, hal itu membuat saya malu meminta uang pada ayah untuk membayar ongkos menggunakan kamar mandi (umum), karena di rumah kami tidak ada kamar mandi. Kami mohon Anda bekenan membimbing saya?
Jawab:
Tidak ada alasan untuk malu dalam melaksanakan taklif syariy, dan ia bukanlah halangan (uzur) syariy untuk tidak melakukan kewajiban. Bagaimanapun juga, jika sarana untuk melakukan mandi janabah tidak tersedia, maka tugas Anda adalah tayammum sebagai ganti dari mandi untuk melakukan shalat dan puasa.

16. Mandi dengan sedikit air:
Saya menghadapi suatu masalah, yaitu, bahwa membasuh walaupun dengan setetes air bahkan mengusap membahayakan saya. Dan setiap kali mandi walaupun hanya sebagian badan saya menambah detak jantung saya di samping akibat-akibat lainnya. Apakah boleh dalam kondisi demikian saya menggauli isteri dan menggantikan mandi selama beberapa bulan dengan tayammum, juga shalat, dan memasuki masjid?
Jawab:
Anda tidak diwajibkan menghindari persetubuhan. Jika Anda berhalangan mandi janabah setelah junub, maka bertayammum sebagai ganti mandi untuk melakukan hal-hal yang disyaratkan thaharah adalah tugas syariy Anda. Memasuki masjid, melakukan shalat, menyentuh tulisan Al-Quran, dan perbuatan-perbuatan yang disyaratkan dalam keadaan suci dari hadats dan janabah , tidaklah masalah.

17. Menghadap kiblat ketika mandi:
Apakah wajib menghadap kiblat ketika mandi wajib atau mustahab, ataukah tidak?
Jawab:
Tidak diwajibkan menghadap kiblat ketika sedang mandi.

18. Mandi dengan bekas air:
Apakah sah mandi dengan bekas air mandi hadats besar dengan catatan bahwa mandi tersebut dilakukan dengan air sedikit dan tubuh telah suci sebelumnya?
Jawab:
Tidak ada masalah mandi seperti kasus di atas.

19. Hadats kecil ketika mandi besar:
Jika seseorang yang sedang mandi mengeluarkan hadats kecil, apakah ia wajib mengulangi mandinya dari pertama lagi ataukah melanjutkan dan berwudhu.
Jawab:
Tidak wajib memulai dari pertama dan tidak ada pengaruhnya, melainkan ia menyempurnakan mandinya, namun hal itu tidak mencukupi dari wudhu untuk melaksanakan shalat dan perbuatan-perbuatan lain yang disyaratkan dengan kesucian dari hadats kecil.

20. Cairan kental setelah kencing:
Apakah cairan kental menyerupai mani yang keluar setelah kencing dan tanpa syahwat (kenikmatan seksual) serta tanpa kehendak dihukumi sebagai air mani?
Jawab:
Ia tidak dihukumi sebagai mani kecuali bila ia yakin akan hal itu atau disertai tanda-tanda syariy keluarnya mani.
21. Satu niat untuk semua mandi
Jika bermacam mandi mustahab, atau wajib, atau berbeda-beda (mustahab dan wajib) terkumpul, apakah salah satunya mencukupi yang lain?
JAWAB:
Jika ia meniatkan semuanya maka satu kali mandi telah mencukupi semuanya. Begitu juga jika salah satunya terdapat mandi janabah dan ia meniatkannya, maka mencukupkannya dari mandi-mandi lainnya. Namun berdasarkan ihtiyath dianjurkan untuk tetap meniatkan semuanya.

22. Janabah termasuk wudhu?

Apakah selain mandi janabah mencukupi dari wudhu?
JAWAB:
Tidak mencukupinya.

23. Syarat mengalir air ke anggota tubuh

Menurut pandangan Anda, apakah disyaratkan mengalirnya air pada tubuh dalam mandi janabah?
JAWAB:
Tolok ukurnya ialah terjadinya pembasuhan dengan tujuan mandi. Sedangkan mengalirnya air bukanlah syarat.

24. Berhubungan ketika tahu tidak ada air untuk mandi

jika seorang mengetahui bahwa jika membuat dirinya junub dengan menggauli isterinya tidak akan mendapatkan air untuk mandi setelahnya, atau waktu tidak akan cukup untuk mandi dan shalat, apakah ia diperbolehkan menggauli isterinya?
JAWAB:
Jika ia mampu melakukan tayammum ketika tidak dapat melakukan mandi, maka tidak ada larangan menjunubkan dirinya dengan perbuatan itu.

25. Urutan dalam mandi janabah 1

Apakah cukup dalam mandi janabah menjaga urutan antara kepala dan anggota tubuh yang lain, atau harus menjaga urutan pada dua sisi tubuh juga?
JAWAB:
Berdasarkan ahwath, harus menjaga urutan antara kedua sisi juga, yaitu dengan mendahulukan sisi kanan atas sisi kiri.

26. Urutan dalam mandi janabah 2

Ketika saya hendak mandi secara tartibi(berurutan), apakah terdapat masalah jika saya membasuh punggung lebih dulu, kemudian niat dan melakukan mandi secara berurutan setelah itu?
JAWAB:
Tidak ada larangan membasuh punggung atau anggota tubuh lainnya sebelum berniat mandi janabah dan memulainya. Sedangkan cara mandi tartibiialah dengan meniatkan mandi setelah mensucikan seluruh anggota badan, kemudian membasuh kepala dan leher dahulu, kemudian berdasarkan ahwath separuh kanan badan dari pundak hingga bagian kaki paling bawah, kemudian separuh kiri dengan cara yang sama, dan demikian itulah cara mandi yang sah.

27. Hukum membasuh rambut ketika mandi janabah

Apakah wajib atas wanita membasuh ujung-ujung rambut ketika mandi? Apakah batal jika air tidak sampai ke seluruh rambut saat mandi, padahal air telah sampai ke seluruh permukaan kulit kepala?
JAWAB:
Berdasarkan ahwath, wajib membasuh seluruh rambut.

MANDI WAJIB YANG BATAL

28. Hukum bagi orang yang tidak tahu kewajiban janabah dan cara-caranya:
Apa hukum seorang yang telah mencapai usia taklif (akil baligh) dan tidak mengetahui akan wajibnya mandi dan caranya, namun setelah lebih dari 10 tahun berlalu ia menyadari masalah taqlid dan kewajiban mandi atasnya. Apakah tugasnya berkenaan dengan qadha puasa dan shalat?
JAWAB:
Ia diwajibkan mengqadha seluruh shalat yang dilakukannya dalam keadaan junub, dan mengqadha puasa apabila mengetahui terjadinya janabah dan ia tidak mengetahui bahwa seorang yang dalam keadaan janabah wajib melakukan mandi jika akan berpuasa.

29. Hukum melakukan onani saat remaja:

Seorang remaja melakukan onani -karena tidak punya kesadaran- sebelum mencapai usia 14 tahun dan sesudahnya, ia tidak mandi setelah mengeluarkan mani, apakah taklifnya? Apakah ia wajb mandi karena ia melakukan onani dan mengeluarkan mani pada saat itu? Dan apakah seluruh shalat dan puasa yang dikerjakan pada masa itu hingga sekarang batal dan ia wajib mengqadhanya, dengan catatan bahwa saat itu ia mengalami mimpi basah (ihtilam), dan mengabaikan mandi janabah, serta tidak tahu bahwa keluarnya mani menyebabkan janabah?
JAWAB:
Cukup satu kali mandi untuk semua janabah yang telah terjadi dan ia wajib mengqadha seluruh shalat yang ia yakini telah ia lakukan dalam kedaan junub. Sedangkan puasanya tidak wajib diqadha dan hukumnya sah jika pada malam-malam puasa tidak tahu bahwa ia mengalami janabah. Namun, apabila ia tahu bahwa maninya telah keluar dan ia menjadi junub dan ia tidak mengetahui bahwa ia wajib mandi demi keabsahan puasanya, maka ia wajib mengqadha seluruh puasa yang telah dilakukannya dalam keadaan junub.

30. Hukum andi yang tidak sempurna:

Ada seseorang mengalami janabah lalu mandi, namun mandinya keliru dan batal. Apa hukum shalat yang telah dilakukannya setelah mandi yang demikian tersebut, padahal ia tidak mengetahui hal itu?
JAWAB:
Shalat yang dilakukan dengan mandi yang batal, hukumnya batal dan wajib diulangi atau diqadhanya.

31. Mandi yang tidak berurutan:

Saya telah mandi dengan niat melaksanakan salah satu dari mandi-mandi wajib, setelah keluar dari kamar mandi, saya teringat bahwa saya tidak melakukannya secara berurutan, dan saat itu saya mengira bahwa niat untuk melakukannya secara berurutan adalah cukup, karena itulah saya tidak mengulangi mandi. Kini saya kebingungan, apakah saya wajib mengqadha seluruh shalat?
JAWAB:
Jika Anda menduga bahwa mandi yang telah Anda lakukan adalah sah, dan ketika melakukannya Anda sadar akan hal-hal yang menjadi syarat keabsahan, maka tidak ada yang harus Anda lakukan. Namun jika Anda yakin akan ketidak-absahan (kebatalan) mandi itu, maka Anda wajib mengqadha seluruh shalat.

32. Urutan mandi janabah:

Dulu saya melakukan mandi janabah dengan cara sebagai berikut: 
1) Membasuh bagian kanan. 
2) membasuh kepala. 
3) Membasuh bagian kiri. Dan saya lalai untuk menanyakan hukum masalah tersebut. Pertanyaan saya ialah, apakah hukum shalat dan puasa saya?
JAWAB:
Mandi dengan cara tersebut batal dan tidak dapat menghilangkan hadats. Atas dasar itu, shalat-shalat yang telah dilakukan dengan mandi demikian batal dan wajib diqadha. Sedangkan puasa yang telah Anda lakukan, jika saat itu Anda yakin akan keabsahan mandi dengan cara tersebut serta tidak sengaja membiarkan diri dalam keadaan janabah, maka dihukumi sah.

33. Hukum membaca surah AlQuran bagi yang junub:

Apakah bagi orang yang sedang junub haram hukumnya membaca surah-surah Al-Qur'an yang terdapat di dalamnya ayat yang wajib sujud (surah aza im, pent)?
JAWAB:Diantara hal-hal yang diharamkan bagi orang yang junub adalah membaca ayat-ayat yang wajib sujud padanya, adapun membaca ayat-ayat lain dari surah-surah tersebut (aza im, pent.) tidak ada masalah.
Demikianlah artikel tentang Pertanyaan-pertanyaan seputar mandi besar, mandi wajib Islam (JUNUB/JANABAH), semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada kesalahan. Mohon kritikannya yg membangun.

Jangan lupa baca juga Artikel Penting lainnya :
  1. MANDI WAJIB DALAM ISLAM LENGKAP
  2. TATA-TATA CARA MANDI WAJIB ISLAM SESUDAH HAID
  3. Pengetahuan Seputar Seks Menurut Islam Secara Lengkap

Pengertian Wacana Bahasa Indonesia

Pengertian Wacana Bahasa Indonesia - Kata "wacana" paralel dengan kata bahasa Inggris "discourse". dari bahasa Latin "discursus" yang berarti 'kian kemari'. Selanjutnya diartikan (1) komunikasi pikiran dengan kata-kata, ekspresim secara ide dam gagasan-gagasan; percakapan, (2) komunikasi secara umum, terutama sebagai suatu objek studi, (3) risalat tulisan, disertasi formal, kuliah, ceramah, dan khotbah (Webster:1983:522). Wacana merupakan rekaman kebahasaan yang utuh tentang peristiwa komunikasi, baik lisan maupun tulisan.

Wacana bertalian denan tataran yang beruntun yang di ucapkan oleh seorang penutur kepada lawan tutur untuk menyampaikan pesan. Wacana dihasilkan oleh proses komunikasi yang berkesinambungan. Denan demikian, wacana itu ada karena tindakan tutur atau tindakan perbuatan berbahasa (speech act).

Wacana Bahasa IndonesiaDilihat dari posisinya dalam tataran bahasa, wacana merupakan wujud pemakaian bahasa yang melampaui kalimat. Dari sudut keutuhannya, wacana adalah satuan lingual gramatikal wacanalah yang tertinggi atau terbesar. Wacana biasanya terselesaikan dalam karangan yang utuh (novel, buku, ensiklopedia, dll.), paragraf kalimat atau kata yang membawa amanat yang lengkap (Kridalaksana,1982:179).


Pengertian Wacana Menurut Para Ahli
1.  Menurut Harimurti Kridalaksana, wacana (discourse) adalah satuan bahasa terlengkap dan merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar dalam hierarki gramatikal. (1983:179 dalam Sumarlam, 2009:5).

2.  Henry Guntur Tarigan (1987:27) mengemukakan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang paling lengkap, lebih tinggi dari klausa dan kalimat, memiliki kohesi dan koherensi yang baik, mempunyai awal dan akhir yang jelas, berkesinambungan, dan dapat disampaikan secara lisan atau tertulis.

3.  James Deesedalam karyanya Thought into Speech: the Psychology of a Language (1984:72, sebagaimana dikutip ulang oleh Sumarlam, 2009:6) menyatakan bahwa wacana adalah seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan suatu rasa kepaduan atau rasa kohesi bagi penyimak atau pembaca. Kohesi atau kepaduan itu sendiri harus muncul dari isi wacana, tetapi banyak sekali rasa kepaduan yang dirasakan oleh penyimak atau pembaca harus muncul dari cara pengutaraan, yaitu pengutaraan wacana itu.

4.  Fatimah Djajasudarma (1994:1) mengemukakan bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan, menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain, membentuk satu kesatuan, proposisi sebagai isi konsep yang masih kasar yang akan melahirkan pernyataan (statement) dalam bentuk kalimat atau wacana.

5.  Hasan Alwi, dkk (2000:41) menjelaskan pengertian  wacana sebagai rentetan kalimat yang berkaitan sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu.  Dengan demikian sebuah rentetan kalimat tidak dapat disebut  wacana jika tidak ada keserasian makna. Sebaliknya, rentetan kalimat membentuk wacana karena dari rentetan tersebut terbentuk makna yang serasi.

6.  I.G.N. Oka dan Suparno (1994:31) menyebutkan wacana adalah satuan bahasa yang membawa amanat yang lengkap.

7.  Sumarlam, dkk (2009:15) menyimpulkan dari beberapa pendapat bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan seperti pidato, ceramah, khotbah, dan dialog, atau secara tertulis seperti cerpen, novel, buku, surat, dan dokumen tertulis, yang dilihat dari struktur lahirnya (dari segi bentuk bersifat kohesif, saling terkait dan dari struktur batinnya (dari segi makna) bersifat koheren, terpadu.
Berdasarkan beberapa pendapat mengenai batasan wacana di atas pengertian wacana adalah satuan bahasa lisan maupun tulis yang memiliki keterkaitan atau keruntutan antar bagian (kohesi), keterpaduan (koheren), dan bermakna (meaningful), digunakan untuk berkomunikasi dalam konteks sosial. Berdasarkan pegertian tersebut, persyaratan terbentuknya wacana adalah penggunaan bahasa dapat berupa rangkaian kalimat atau rangkaian ujaran (meskipun wacana dapat berupa satu kalimat atau ujaran).  Wacana yang berupa rangkaian kalimat atau ujaran harus mempertimbangkan prinsip-prinsip tertentu, prinsip keutuhan (unity) dan kepaduan (coherent). 

Wacana dikatakan utuh apabila kalimat-kalimat dalam wacana itu mendukung satu topik yang sedang dibicarakan, sedangkan wacana dikatakan padu apabila kalimat-kalimatnya disusun secara teratur dan sistematis, sehingga menunjukkan keruntututan ide yang diungkapkan. sumber : Pengertian Wacana Menurut Para Ahli

Demikianlah artikel mengenai Pengertian Wacana Bahasa Indonesia dan semoga saja bermanfaat untuk pembelajaran kepada para pembaca. Terima kasih atas perhatiannya telah menyimak.